5 Tips Membawa MPASI saat Liburan ke Luar Kota

(Foto pixabay.com/yalehealth)

Bekerja sepanjang hari pastinya membuat badan dan pikiran kita lelah ya mom. Baik itu mommies yang bekerja di luar maupun mommies yang bekerja dari rumah. Dan bila sudah demikian pastinya akan sangat membutuhkan liburan. Biar tetap bisa produktif dan tetap menjaga kewarasan. Ya kan, mom?

Nah libur long weekend di akhir tahun ini bisa jadi momen yang tepat untuk piknik melepas penat. Pastinya sudah merencanakannya jauh-jauh hari kan?

Tapi bagaimana ya bila akan liburan dengan membawa bayi yang mulai mengkonsumsi MPASI ya? Apa yang musti mommies lakukan agar tetap bisa memberikan MPASI untuk buah hati?

Berikut ini ada 5 tips MPASI saat liburan long weekend. Let’s check it out, mom.

1. Kemas MPASI dalam bentuk cube beku, masukkan ke dalam cooler bag.

(Foto http://www.elevania.co.id/baby talk)

Sebelum memulai perjalanan liburan ke luar kota, hendaknya menyiapkan MPASI dalam jumlah banyak dan dibekukan di freezer. MPASI beku itu bisa dimasukkan dalam wadah-wadah kecil berbentuk cube. Sesaat sebelum perjalanan masukkanlah ke dalam cooler bag. Hal itu agar MPASI cube beku tak lekas mencair.

2. Hangatkan MPASI dengan merendam air panas dalam tertutup.

Bila waktu makan tiba, maka hangatkan MPASI beku yang sudah mommies siapkan. Caranya dengan merendam wadah MPASI beku itu ke dalam air panas di wadah yang lebih besar.

3. Bawa buah-buahan yang mudah dilumatkan.

(Foto pixabay.com/HeVoli)

Selain menyiapkan MPASI beku, bawa pula buah-buahan yang mudah dilumatkan, seperti pisang, alpukat, dan jeruk. Bila sewaktu-waktu bayi lapar maka bisa disuapi buah-buahan yang sudah dilumatkan sebagai selingan.

4. Bila perlu bawalah baby food maker untuk membuat MPASI dari bahan segar.

(Foto instagram.com/babysafe_indonesia)

Bila mommies menginap di hotel, maka bisa saja membawa baby food maker agar bisa membuat MPASI dari bahan segar. Tentu saja rasa MPASI nya akan lebih fresh bila dibuat dari bahan segar.

5. Untuk berjaga-jaga bawalah MPASI instan.

(Foto mommiesdaily.com)

Bila aktivitas liburan mommies terlalu dinamis, sehingga kesulitan membuat MPASI maka tak ada salahnya menyiapkan MPASI instan. Ada banyak pilihan rasa MPASI instan yang tersedia di toko online maupun offline. Perhatikanlah kecocokan merk tertentu dengan bayi kita. Karena terkadang ada bayi yang tidak cocok dengan merk tertentu seperti alergi merah-merah. Selain itu perhatikan pula tanggal kadaluarsanya.

Demikianlah tips Membawa MPASI saat liburan ke luar kota. Semoga bermanfaat. Dan semoga liburan mommies bersama bayi tercinta akan tetap menyenangkan. Selamat liburan!

Artikel ini pernah dipublikasikan di idntimes.com

Ini link nya https://www.idntimes.com/food/dining-guide/siti-salbiyah/jangan-panik-ini-5-tips-membawa-mpasi-saat-liburan-ke-luar-kota-c1c2

Iklan

Finally, Suroboyo Bus, Here We Go!

(Foto idntimes.com/ Reza Iqbal)

Bisa dibilang kami ini telat banget tau soal info Suroboyo Bus. Padahal mah tiap hari juga hidupnya di Surabaya, tapi cuman seputaran kontrakan, sekolah, belanja sayur, beli lauk. Pokoknya Kebraon dan sekitarnya lah.

Sakno e rek rek πŸ˜‚πŸ˜‚

Ndilalah, sore itu, kami lagi naik taksi online dari stasiun Wonokromo. Baru pulang mudik cyin. Eh kok liat ada bus tingkat warna kuning.

“Waaa ada bus tingkaaat!”

Duo boys excited banget.

“Besok kan ayah masih cuti. Mau ta naik bus tingkat?”

“Mauuuu”

Keesokan harinya, kami kembali naik taksi online. Menurut penuturan sopir taksi online itu, beli tiketnya pake botol plastik bekas lho. Dan eng ing eng, kami tak membawa botol plastik sama sekali πŸ™ˆπŸ™ˆ. Sebelumnya juga kami ngga googling dulu. Langsung main cuss aja wkwkwk.

Sesampainya di terminal Purabaya, kami menanyakan soal tiket naik Suroboyo Bus. Dan benar gaes! Harus setor botol plastik bekas dulu, baru bisa naik. Ya sudah kami pun kembali ke rencana semula. Berenaanggg!

Ada dua jenis Suroboyo Bus, yaitu bus tingkat warna kuning dan bus merah. Bus tingkat yang beroperasi sementara ini hanya 2. Dan untuk bus merah ada 4. Masyarakat lebih antusias untuk naik bus tingkat. Ya karena tingkat, kan beda aja gitu ama bus biasanya. Orang Surabaya menyebutnya bus tumpuk πŸ˜‚πŸ˜‚. Pernah liat acara jtv? Kalo belum, coba deh, kamu bakalan kepingkel-pingkel dengan bahasa jawa timuran.

Kalo anak kecil biasanya menyebutnya Bus Tayo. Padahal warnanya kan kuning sama merah. Harusnya namanya Lani sama Gani. Bukan Tayo ya? Ah sudahlah. Kersane lare mawon lah.

Dengan bantuan salah seorang kawan, akhirnya botol plastik bekas pun terkumpul. Tiga puluh botol plastik ukuran sedang dan enam botol ukuran besar. Alhamdulillah. Terima kasih budhe Yun 😘

Sabtu, 23 Desember, lagi dan lagi memesan taksi online menuju terminal Purabaya. Si ayah pun ke loket penukaran botol plastik bekas. Untuk satu kartu hanya untuk satu KTP, maksimal tiket yang didapat 21 tiket. Dari hasil penukaran botol bekas, kami mendapat 8 tiket. Yeeaayy

Karena lagi musim libur sekolah, banyak yang berminat naik bus tingkat, maka diberlakukan pendaftaran. Menuliskan nama dan nomor antrian. Kemudian saat bus datang petugas akan memanggil nama pemilik KTP dan rombongannya. Dan tahukah kamu, kami dapat antrian nomor berapa?

360 😱

Hari semakin siang mendekati waktu dhuhur. Tapi antrian masih panjang dan berjubel. Kami berjalan ke arah dalam terminal, ternyata antrian bus merah pun sama panjangnya.

Kami pun menyerah.

Putar haluan, kembali pesan taksi online. Niat hati mau makan siang di all you can eat tapi tak jadi karena penuh. Makan di mall pun jadi pilihan selanjutnya. Waktu berjam-jam kami habiskan di perjalanan. Macet sodara-sodara!

Baca juga https://aizakamila.wordpress.com/2018/12/26/8-ide-bermain-ini-bisa-jadi-pilihan-mengisi-liburan-sekolah/

Sepekan kemudian

Jum’at sore, kami sudah mewacanakan ke anak-anak kalo besok akan naik bus tingkat.

“Masih mau naik bus tingkat?”

“Ya masih lah.” Seru mereka.

“Oke, besok bangun pagi. Shalat Subuh, mandi, makan trus naik bus tingkat. Mau?”

“Maauuu!”

Pagi-pagi sekali aku kedupyukan. Membangunkan anak-anak lanjut menyiapkan bekal buat sarapan. Jam 5.30 kami cuss ke terminal Purabaya. Kali ini kami memutuskan untuk naik motor aja. Lebih cepat daripada naik taksi online.

Mendot euy 🀭

Alhamdulillah. Bisa dapat tempat duduk paling depan. Dan kalo masih pagi masih sepi penumpang lho. Ga perlu uyel-uyelan kayak biasanya.

Rute Bus Tumpuk (Suroboyo Bus Kuning)

Terminal Purabaya – Dukuh Menanggal – Taman Pelangi – Polda Jatim – Ketintang Royal – Joyoboyo – Darmo – Basuki Rahmat – Kaliasin TP – Embong Malang – Blauran – Pringadi Bubutan – Kramat Gantung- Alun-alun Contong – Siola – Tunjungan – Grahadi – Panglima Sudirman – Urip Sumoharjo – Santa Maria – Taman Bungkul – RSAL – Margorejo – UINSA – Siwalankerto – Terimal Purabaya.

Untuk hari Minggu, Suroboyo Bus mulai beroperasi setelah Car Free Day selesai.

Karena belum merasakan naik bus merah, anak-anak tetep nagih naik bus merah. Jadilah pada 1 Januari 2019 kami kembali ke Terminal Purabaya. Teteup naik motor tentunya 😁😁

Rute Suroboyo Bus merah

Rajawali-Purabaya:

Halte Rajawali – Halte Jembatan Merah – Halte Veteran – Halte Tugu Pahlawan – Halte Alun Alun Contong – Halte Siola – Halte Tunjungan – Halte Simpang Dukuh – Halte Gubernur Suryo – Halte Panglima Sudirman – Halte Sono Kembang – Halte Urip Sumoharjo – Halte Pandigiling – Halte Mojopahit – Halte Raya Darmo – Halte Marmoyo – Halte Joyoboyo – Halte RSAL – Halte Margorejo – Halte UINSA – Halte Siwalankerto – Halte Kerto Menanggal – Terminal Purabaya

Rute Purabaya – Rajawali:

Halte Purabaya – Halte Dukuh Menanggal – Halte Siwalankerto – Halte Taman Pelangi – Halte RS Bhayangkara – Halte UBHARA – Halte PUSVETMA – Halte Wonokromo – Halte Joyoboyo – Halte Museum BI – Halte Rumah Sakit Darmo – Halte Pandegiling – Halte Basuki Rahmat – Halte Kaliasin – Halte Embong Malang – Halte Blauran – Halte Pringadi – Halte Pasar Turi – Halte Masjid Kemayoran – Halte Indrapura – Halte Rajawali.

Sebelum memasuki halte berikutnya akan ada pemberitahuan operator bahwasanya akan berhenti di halte yang disebutkan

Jadi ngga perlu khawatir kebablasan. Terkecuali kalo ketiduran ya πŸ˜‚πŸ˜‚

Ohya, seperti halnya bus pada umumnya, di suroboyo bus pun ada kondektur yang memeriksa tiket. Stiker pada kartu akan dilubangi dan penumpang akan mendapatkan struk tiket dari kondektur.

Struknya jangan sampai hilang ya karena masih bisa dipake selama waktu yang tertera. Jadi misal berangkat dari terminal Purabaya jam 06.53 dan turun di halte Joyoboyo. Maka struk tiket itu bisa digunakan maksimal jam 08.53. Melebihi jam yang tertera akan dikenakan tiket yang baru.

Dari momen naik Suroboyo Bus Kuning dan Merah ini, ada 4 poin yang bisa kami dapatkan, antara lain:

  1. Carilah informasi yang akurat sebelum melakukan suatu hal. Contohnya kami kecelek sewaktu pertama kali ke terminal Purabaya. Tanpa babibu, langsung cuss aja. Padahal pembayaran tiket dengan setor botol plastik bekas bukan dengan uang seperti biasanya.
  2. Pilihlah waktu pagi agar tak terlalu antri.
  3. Usahakan makan sebelum naik bus karena di dalam bus dilarang makan dan minum. Bawalah bekal untuk dimakan setelah naik bus. Setidaknya minum air putih dan snack.
  4. Dan yang paling penting adalah komunikasi dan negosiasi dengan duo boys. Seperti biasa duo boys ini sering banget rebutan berbagai macam hal. Bahkan saat naik motor pun berebut posisi di depan. Maka dari itu, kami negosiasi dulu sebelum berangkat.
  • Siapa yang mau di depan duluan?
  • Trus setelah naik bus mau ke mana?
  • Main ke mana?
  • Mau main berapa kali?

Karena waktu itu anak-anak minta mainan di Taman Bungkul selanjutnya main mobil balap di Royal Plaza.

Duo boys anteng pisan main pasir putih di Taman Bungkul

When you have three boys 🀭

Hidup ini akan terasa indah jika kita mampu mengambil hikmah dari semua yang kita alami.

Surabaya, 3 Januari 2019

Bunda Aiza Kamila

8 Ide Bermain ini Bisa Jadi Pilihan Mengisi Liburan Sekolah

Siapapun akan sangat bergembira menyambut liburan. Merehatkan badan dan pikiran. Tapi, saat anak sekolah libur cukup lama di akhir tahun, bisa jadi para ayah atau bunda yang bekerja tak bisa berlama-lama libur ya. Hal itu dikarenakan kesibukan di akhir tahun yang lebih dari biasanya. Serentetan lembur kejar deadline mau tak mau harus dijalani. Bahkan untuk bisa mengambil jatah cuti saja terpaksa tak diizinkan pihak atasan.

Maka dari itu, bisa jadi liburan akhir semester ganjil di akhir tahun ini harus dijalani di rumah saja. Tapi bagaimana mungkin? Anak-anak pasti bosan kan?

Nah, berikut ini ada 8 ide bermain yang bisa jadi pilihan ayah bunda untuk mengisi liburan. Walau tak jalan-jalan liburan tetap berkesan!

1. Bermain Air

(Foto pinterest.com/Eef R)

Rasanya hampir semua anak suka bermain air ya. Biasanya saat anak disuruh mandi anak akan ogah-ogahan. Tapi saat ayah bunda bilang,

“Waktunya main air!”

Dijamin deh bakalan betah berlama-lama main air.

Nah agar bermain air ini tak sekedar main air, maka ayah bunda bisa menyiasati dengan merancang sebuah permainan.

  • Memindahkan air dari wadah besar ke wadah kecil sebagai cara mengenalkan konsep banyak sedikit.
  • Mengalirkan air dari atas ke bawah untuk mengenalkan konsep air mengalir dari tempat dengan tekanan yang tinggi ke tempat dengan tekanan rendah.
  • Meletakkan 3 jenis benda di dalam air untuk mengenalkan konsep benda mengapung, melayang, dan tenggelam.

2. Bermain cat

(Foto pinterest.com/artbar)

Sebelum memulai bermain cat ayah bunda bisa membuat kesepakatan dengan anak-anak. Misal, boleh mengecat di media yang disediakan aja, tidak boleh di tembok atau tempat lain. Lalu siapkan koran sebagai alas agar cat yang menciprat tak terlalu mengotori lantai. Dan, it’s the time! Saatnya berekspresi dan berimajinasi kids!

3. Bermain bricks / lego

(Foto unsplash.com/kelly sikkema)

Bagi anak yang usianya di atas 6 tahun, bermain bricks menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Ada berbagai macam tema merancang bricks.

Dan bagi anak di bawah usia 6 tahun bisa menggunakan bricks dengan ukuran medium atau yang besar. Tapi perlu didampingi dan diawasi ya ayah bunda. Karena usia di bawah 6 tahun masih tahap belajar merancang dan memasang bricks. Terkadang ada anak yang masih mengalami kesulitan.

4. Membuat kreasi dari stik es krim

(Foto pinterest.com)

Ada banyak kreasi yang bisa diciptakan dengan memanfaatkan stik es krim. Mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Ayah bunda bisa menyesuaikannya dengan usia putra-putrinya.

Baca juga https://aizakamila.wordpress.com/2018/12/20/6-wisata-di-purwokerto-ini-cocok-buat-liburan-bersama-keluarga/

5. Membuat kreasi dari kardus bekas

(Foto pinterest.com/deti-i-mama.ru)

Bagi ayah bunda yang memiliki anak laki-laki kreasi kardus bekas ini bisa jadi favorit lho. Anak-anak bisa membuat pesawat-pesawatan, mobil-mobilan, kereta-keretaan, dan juga bisa membuat parking car. Setelahnya anak-anak bisa bermain peran. Ada yang berperan jadi pak polisi, petugas pemadam kebakaran, dan lain sebagainya.

6. Membuat busy book dari kain flanel

(Foto pinterest.com/etsy.com)

Busy book sangat cocok untuk usia balita. Yaitu sebuah buku aktivitas yang terbuat dari kain flanel. Di dalamnya bisa ayah bunda tentukan temanya. Bisa tema binatang, kendaraan, bentuk bangun datar dan lain-lain. Aktivitas si kecil dengan busy book ini bisa melatih motorik halusnya.

7. Membuat donat

(Foto pinterest.com/margaux betti)

Liburan akhir tahun ini bertepatan dengan musim hujan. Hujan-hujan dingin-dingin cocoknya ngemil ya? Nah membuat donat bareng si kecil bisa jadi aktivitas multifungsi lho. Bermain sambil belajar dan ada hasilnya yang bisa dinikmati semua anggota keluarga. Anak senang ayah bunda pun senang!

8. Membuat pizza

(Foto unsplash.com/fatima akram)

Selain membuat donat, ayah bunda bisa mengajak si kecil membuat pizza. Siapa sih yang ngga suka pizza? Membayangkannya saja sudah membuat air liur menetes ya? Hehe

Demikianlah 8 ide bermain bareng si kecil yang bisa ayah bunda pilih untuk mengisi liburan akhir tahun ini. Selamat liburan! Sampai jumpa lagi di tahun depan!

Artikel ini pernah dipublikasikan di idn times pada tanggal 15 Desember 2018

Ini link nya https://www.idntimes.com/life/family/siti-salbiyah/9-ide-bermain-ini-bisa-jadi-pilihan-mengisi-liburan-sekolah-c1c2

8 Makanan Khas yang Wajib Kamu Coba saat Berkunjung ke Purwokerto

Liburan waktunya jalan-jalan sama kulineran. Betul apa betul, guys?

Kalau aku sih yess.

Apalagi yang kesehariannya berjibaku dengan kemacetan kota besar. Rasanya merindukan suasana desa yang sejuk, yang udaranya masih segar dan bebas polusi. Nah, Purwokerto ini pas banget jadi tempat jalan-jalan sambil kulineran.

Saat kamu berkunjung ke suatu kota pastinya pengen nyicipi makanan khas nya kan? Dan bawa oleh-oleh sewaktu pulang.

Ada makanan khas apa aja sih di Purwokerto ini? Yuk kita intip satu persatu.

1. Tempe mendoan

(Foto instagram.com/meefangtee)

Tempe memang makanan yang hampir bisa kita jumpai di mana pun di Indonesia ini ya. Eits, tapi jangan salah! Tempe mendoan ini beda dari tempe pada umumnya lho.

Bentuk tempe ini tipis, sekitar 2-3 mm aja. Biasanya tempe ini dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya persegi panjang.

Kemudian tempe ini dicelupkan ke dalam adonan tepung yang terdiri dari tepung beras dan tepung terigu. Bumbu yang biasa dipakai yaitu bawang putih, ketumbar, dan garam. Selain itu, pada adonannya ditambahkan daun bawang yang diiris tipis.

Mendoan berasal dari kata bahasa lokal ‘mendo’ yang artinya setengah matang. Jadi tempe mendoan ini dimasak setengah matang, tidak sampai kering.

Cara makannya sambil nyeplus cabe rawit hijau atu cocol ke sambel kecap. Mmm maknyuss!

2. Sroto Sokaraja

(Foto mobile.twitter.com/KebumenKeren)

Di Purwokerto dan sekitarnya, masyarakat biasa menyebut soto dengan sebutan sroto. Tapi soto ini sangat berbeda dengan soto-soto dari daerah lain, guys. Ada tambahan bumbu kacang yang diulek yang ditambahkan pada srotonya. Juga krupuk sroto yang diremas dan ditaburkan pada mangkok yang siap disajikan. Musim hujan begini cocok banget makan sroto ya, guys!

3. Gethuk Goreng

(Foto http://resephariini.com)

Salah satu oleh-oleh khas dari Purwokerto yaitu gethuk goreng. Gethuk, makanan olahan dari singkong ini dicampur dengan gula merah, bahkan sekarang sudah ada varian rasa lain seperti coklat dan durian.

Karena sudah digoreng jadi ketahanannya bisa lebih lama dibanding gethuk biasa. Akan tetapi kalau kamu pengen bawa oleh-oleh gethuk yang belum digoreng pun bisa lho. Banyak pusat oleh-oleh yang menyediakan gethuk yang belum digoreng.

4. Tahu Kupat

(Foto http://www.flickr.com/dito)

Tahu kupat biasanya terdiri dari tahu yang digoreng, kupat atau ketupat, tauge pendek yang direbus, kubis lalu disiram kuah yang dibumbui cabai, bawang putih, garam, gula merah, dan kacang tanah yang dihaluskan. Tak lupa pula kerupuknya. Wah, jadi laper nih.

Baca juga https://aizakamila.wordpress.com/2018/12/20/6-wisata-di-purwokerto-ini-cocok-buat-liburan-bersama-keluarga/

5. Tahu Brontak

(Foto http://www.bukumasakan.com)

Waow tahu kok bisa berontak yak. Tahu brontak ini sebutan lain dari tahu isi. Tahu yang didalamnya diberi isian wortel iris, kubis, dan tauge. Makan tahu brontak pake cabe rawit ijo mantep euy!

6. Kluban

(Foto instagram.com/aida_rp)

Jika dilihat sekilas nampaknya kluban ini sama dengan urap ya? Serupa tapi tak sama. Ada hal yang membedakan yaitu cara memasak bumbunya.

Biasanya orang masak bumbu urap dengan cara dikukus, maka lain bagi orang Purwokerto. Bumbu kluban yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang outih, kencur, terasi, gula dan garam, dimasak di dalam wajan atau panci dengan ditambahkan air. Jadi bukan dikukus ya, guys.

Dan satu lagi ke-khas-an dari kluban yaitu adanya bunga kecombrang. Bunga kecombrang memiliki aroma dan rasa asam yang khas. Pokoknya coba dulu ya, guys. Biar tahu gimana rasanya kluban bunga kecombrang.

7. Kraca / keong sawah

(Foto instagram.com/ketaketikcom)

Pada bulan Ramadhan ada kuliner khas Purwokerto yang banyak diburu masyarakat sebagai hidangan berbuka. Ya. Kraca atau keong sawah yang diolah dengan bumbu rempah dan biasanya pedas.

8. Lembutan

(Foto instagram.com/ariantomulyadi)

Lembutan adalah ikan air tawar yang berukuran sangat kecil atau bisa disebut baby fish. Biasanya lembutan ini diperoleh dari Sungai Serayu, Sungai Logawa atau sungai – sungai lainnya.

Lembutan dimasak dengan bumbu rempah sehingga rasanya sangat gurih dan enak. Lembutan bisa jadi sumber protein dan kalsium yang tinggi lho. Cocok sebagai lauk untuk seluruh keluarga.

Nah, itulah 8 makanan khas yang bisa kamu cicipi di kota Satria Purwokerto. Sudah menentukan mau makan yang mana dulu, guys?

Artikel ini pernah dipublikasikan di idntimes pada 15 Desember 2018.

Ini dia link nya https://www.idntimes.com/food/dining-guide/siti-salbiyah/8-makanan-khas-yang-wajib-kamu-coba-saat-berkunjung-ke-purwokerto-c1c2

6 Wisata di Purwokerto ini Cocok buat Liburan Bersama Keluarga

Mari sejenak bayangkan diri kita masing-masing. Bangun pagi memulai aktivitas dengan segala kerempongannya.

Mempersiapkan diri berangkat sekolah, kuliah, bekerja atau mengantarkan anak-anak ke sekolah. Hiruk pikuk pagi menghadapi kemacetan, setumpuk tugas dan pekerjaan, dikejar deadline dan segala permasalahan.

Sore atau malam hari pulang ke rumah dengan kepenatan badan dan pikiran. Aktivitas seperti itu tak hanya berlangsung sehari dua hari. Bisa jadi kamu alami sepanjang hari selama sepekan. Apa yang kamu rasakan? Lelah? Jenuh? Bosan? Pingin liburan?

Yap. Semua itu wajar adanya karena kamu bukanlah robot. Titik jenuh itu pasti pernah dialami setiap orang hanya waktunya saja yang berbeda. Kejenuhan itu tentu saja bisa menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kebosanan, semangat yang menurun, kinerja/prestasi yang menurun bahkan stress.

Tak ada salahnya kita merehatkan pikiran dan badan kita dengan liburan. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri lah. Liburan tipis-tipis ke daerah di Indonesia pun tak kalah seru. Dekat dan hemat!

Purwokerto, sebuah kota kecil di bagian barat Jawa Tengah mempunyai beberapa destinasi wisata yang patut kamu coba. Lokasinya yang berada di lereng gunung Slamet yang sejuk niscaya akan membuat fresh pikiran, sepulang dari liburan. Apalagi buat kamu yang hobi selfie dan petualangan. Cocok abiss.

Apa aja sih destinasi wisata yang ada di Purwokerto? Let’s check it out.

1. Baturaden Adventure Forest

(Foto dari http://www.bafadventure.com)

Baturaden Adventure Forest merupakan kerja sama operasi antara PT Maju Bangkit Wisata dengan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur.

Ada 3 program yang disediakan di Baturaden Adventure Forest, yaitu:

β€’ Outbond Training. Nah buat kamu-kamu yang udah bekerja, bisa usul ke instansi atau perusahaan tempat kamu bekerja supaya ngadain outbond atau family gathering ke Baturaden Adventure Forest nih. Jadi bisa seru-seruan bareng temen kerja dan keluarga deh.

β€’ River Adventure. Program ini bisa dipadukan dengan kegiatan Outbond Training. Ada water adventure, rapelling, canyon adventure, dan cold water theraphy. Semuanya petualangan yang berkaitan dengan sungai atau ngarai. Dijamin basah tapi seru!

β€’ Student Program. Baturaden Adventure Forest juga menyediakan fasilitas outbond bagi pelajar, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga mahasiswa. Untuk student program ini bisa untuk melatih dasar-dasar kepemimpinan, kerja sama tim dan juga pengetahuan.

2. Lokawisata Baturaden

(Foto dari http://www.purwokertoguidance.com)

Lokawisata baturaden terletak di sebelah selatan Gunung Slamet yang memiliki udara yang sejuk sehingga bisa me refresh pikiran dari kepenatan aktivitas kota.

Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, sepeda air, air mancur, seluncur air, curug/air terjun, dan pemandian air panas belerang.

3. Dreamland Waterpark Ajibarang

(Foto dari facebook.com/Dreamland spring water park Ajibarang)

Dreamland Waterpark ini berlokasi di desa Pancasan kecamatan Ajibarang, jaraknya sekitar 21 km dari kota Purwokerto. Pancasan ini merupakan desa dengan sumber mata air. Jadi air yang digunakan di Dreamland Waterpark adalah air mata air murni tanpa tambahan kaporit. Pastinya fresh dong!

Ada banyak fasilitas yang tersedia di Dreamland Waterpark selain kolam renang dan waterboom, antara lain taman reptil, rumah perahu, taman batu, kolam terapi ikan, dan kolam ombak.

Dan tahukah kamu? Setiap libur lebaran dan libur akhir tahun, jalan menuju dan dari Dreamland Waterpark pasti macet! Saking antusiasnya warga kepengen main di Dreamland Waterpark. Eits, jangan percaya kalau kamu belum coba ya!

4. Caping Park

(Foto dari instagram.com/capingpark)

Ada sebuah jembatan kaca dengan ukuran 2.5 Γ— 17 m di kaki gunung Slamet yang disebut the edge bridge. Dari jembatan ini kamu bisa melihat landscape pemandangan kota Purwokerto dari atas. Hawa sejuk dan semburat jingga di pagi atau senja hari makin menawan hati. Bagai lukisan alam yang amat sayang jika tak diabadikan.

Ya. The edge bridge adalah salah satu icon dari wisata Caping Park. Wisata dengan konsep farming dan edutainment ini bisa jadi salah satu tujuan wisata buat kamu.

Caping Park juga dilengkapi dengan ball room dan gazebo dengan kapasitas besar. Jadi, cocok kan buat acara reuni, arisan, family gathering, dan wedding party.

Selain itu, ada juga exhibition area, outbond area, playground area, camping ground, dan selfie spot kekinian.

5. The Village

Langit biru

Awan putih

Terbentang indah

Lukisan yang kuasa

Ku melayang

Di udara

Terbang dengan balon udaraku

Oh sungguh senangnya lintasi bumi

Oh indahnya dunia

Coba tebak, yang di atas itu lirik lagu siapa? Yup betul. Lagu Balon Udara yang dipopulerkan oleh Sherina.

Dan sekarang menaiki balon udara bukan lagi sekedar lirik lagu. Kamu bisa mewujudkannya di The Village. Konsep dari the village ini adalah family park. Jadi cocok buat kamu refreshing bersama keluarga dan sahabat.

Di lokasi The Village terdapat beberapa wahana permainan yang mengkombinasi antara seni, tempat rekreasi dan edukasi. Ada zona mini zoo dan video mapping. Video mapping ialah sebuah teknik menggunakan pencahayaan dari proyeksi sehingga menciptakan ilusi optik memukau. Kebayang kan kerennya? 😍😍

6. Small World

(Foto dari instagram.com/ smallworld.tmd)

Bisa selfie dengan ikon wisata dunia bisa kamu dapatkan di Small World. Bahkan dengan pakaian khas negaranya. Misalkan kimono dan yukata dari Jepang dan baju khas Belanda. Jadi tak perlu jauh-jauh keluar negeri kan?

Di Small World ini bisa jadi tempat foto pre wedding, post wedding, foto keluarga, dan foto buat buku kenangan sekolah lho. Seru kan?

Demikianlah 6 destinasi wisata di Purwokerto yang bisa kamu coba. Semoga setelah liburan pikiran dan badan makin fresh ya! Siap menyambut tantangan untuk masa depan gemilang.

Artikel ini pernah dipublikasikan di idntimes pada 11 Desember 2018

Ini link nya https://www.idntimes.com/travel/destination/siti-salbiyah/6-wisata-di-purwokerto-ini-cocok-buat-liburan-bersama-keluarga-c1c2

5 Langkah Siap Menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) Buat Ibu dan Anak

20181126_175739_0001.png

Bulan November sisa beberapa hari aja nih ya. Mari kencangkan ikat pinggang kemudian kendorkan saat sudah gajian πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒ

Memasuki bulan Desember biasanya semua sibuk. Para bapak/ibu yang bekerja akan disibukkan dengan agenda akhir tahun. Serentetan lembur kejar target yang belum tercapai biar pendapatan tak disunat lagi. #eh

Bagi Ibu Rumah Tangga sang Pengacara, Pengangguran banyak acara, akhir tahun pun menjadi waktu yang lebih sibuk dari biasanya. Kalo urusan bebenah rumah, ngurus anak, ngurus suami memang pekerjaan yang tiada habisnya ya, Buk? Nah ada satu lagi pekerjaan tambahan di mana ini menambah level kebruwetan IRT dan mengancam kewarasan sang mamak. (Ih lebay πŸ˜‚ )

Apakah itu?

Yap, anak mau ujian sekolah.

Ujian Akhir Semester (UAS), kalo di sekolah Ayyi biasa disebut Penilaian Akhir Semester (PAS).

Betul apa betul?

Kalo aku sih yess.

Bukan persoalan anak harus dapat nilai tinggi atau mengejar ranking lho, Buk. Lha wong di sekolah Ayyi mah kagak ada rangking-rangkingan. Ada memang reward bagi siswa yang berprestasi. Tapi kalau aku sih bukan itu poin utamanya.

Mencoba memahamkan bahwasanya yang namanya hidup, mau naik kelas, naik level, itu pasti ada ujiannya. Dari ujian itu ustadzah bisa tahu sejauh mana pemahaman anak tentang suatu materi pelajaran. Dan siap gak siap kita musti siap. Kalopun belum siap ya harus mempersiapkan. Ye kan?

Nah, biar bisa lulus ujian berarti kan musti ada persiapan to? Ada lima langkah persiapan yang bisa kita lakukan. Apa saja itu?

Pertama, Sounding ke anak jauh-jauh hari dan berulang-ulang kali.
Saya yakin buibuk sudah pada paham arti dari sounding ya. Tapi tak apalah bila diulas sedikit aja. Hehe
Sounding berasal dari kata sound yang artinya suara. Ada akhiran ing berarti bersuara, menyuarakan. Maksudnya di sini adalah kita menyuarakan pesan yang ingin kita sampaikan kepada anak secara berulang-ulang.

Bagi aku ini sangat berpengaruh ya, Buk. Apa pasal? Ayyi, anak laki-laki 8 tahun 9 bulan itu nyante nyaΒ Subhanallah. Jadi ya musti diingetin berkali-kali.

“Mas, tanggal 26 November ujian semester, lho. Belajar sehari minimal 20 menit lah, Mas. Ya ya?” (sambil kedip-kedip)

Bentuk sounding bisa bermacam-macam ya, Buk. Monggo disesuaikan dengan gaya masing-masing aja. Dan biasanya sounding yang ampuh itu saat anak menjelang tidur. Diajak ngobrol apa aja. Tentang aktivitasnya, teman sekolahnya, ustadzahnya, atau mungkin ide-ide brilian yang keluar dari kepalanya setelah ia menonton youtube 5 minutes crafts. (Ayyi banget ini 😊). Kita dengarkan segala ceritanya. Anak bisa mengeluarkan semua uneg-unegnya. Setelah selesai, kita ajak do’a mau bobok lalu sounding kan pesan kita. Bismillah…

Kedua, Buat Jadwal Bermain.
Eh nggak salah ini? Jadwal Bermain?
Iya buibuk. Hal ini sesuai anjuran ibu Safithrie Sutrisno, trainer dan praktisi parenting. Juga konselor masalah anak, remaja, dan keluarga.

Beliau mengatakan bahwa untuk anak usia SD yang sudah bisa bernegosiasi maka buatlah jadwal bermain.

Coba bayangkan ketika kita mengatakan dua hal ini.

“Mas, yuk kita bikin jadwal belajar, yuk!”
“Mas, Mas kan suka banget main ya? Gimana kalo kita bikin jadwal bermain?”

Kira-kira anak akan lebih antusias dengan kalimat yang mana?

Seratus buat buibuk. Anak akan lebih antusias dengan kalimat ke dua. Karena yang jadi fokusnya adalah kata ‘bermain’.

Khususon untuk Ayyi, dia itu tipe anak yang akan lebih senang melakukan sesuatu ketika sudah dikasih jatah bermain. Jadi biasanya dia bermain dulu baru belajar. Dan biasanya dibuat kesepakatan dulu di awal.

“Mas, mainnya sampe jarum panjang di angka 6 ya, setelah itu kita belajar.”

Jika mendekati waktu yang disepakati kok masih tetep asyik main, ya kita ingatkan.

“Lima menit lagi mainnya selesai ya.”

Ketiga, Mari Berdo’a Bersama.
Berdo’a sebelum belajar agar kita diberikan kemudahan dalam mempelajari suatu materi. Agar materi itu bisa dipahami baik-baik, dan kelak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga memberikan kemanfaatan untuk semuanya.

Selain berdo’a sebelum belajar, ajak juga anak kita berdo’a setelah shalat lima waktu. Mengulang-ulang do’a ibarat kita mengayuh pedal sepeda. Dilakukan berulang-ulang, perlahan-lahan hingga akhirnya sampai di tujuan. In syaa Allah.

Keempat, Dampingi Anak Belajar.
Kurikulum jaman sekarang beda banget kan ya dari jaman kita dulu. Pelajaran yang rasanya dulu kita pelajari di kelas 4, ternyata sekarang sudah dipelajari di kelas 2.

Nah maka dari itu kita sebagai orang tua musti mendampingi anak belajar. Dan inget buibuk, jangan sambil nyekrol nyekrol chat wa ataupun postingan instagram ya! Simpan dulu hape nya dan kalo perlu matikan dulu data selular atau pun wifi nya. Ya ya. Oke?

Ketika ada materi yang masih belum dikuasai anak maka kita bisa menjelaskannya kembali. Dan bila kita juga ada kesulitan, kita bisa konsultasikan ke ustadzahnya. 😊

Kelima, Bertawakal.
Setelah semua upaya dilakukan, kini saatnya kita pasrahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Allah Azza Wajalla.

Jikalaupun nantinya hasil yang kita terima tidak sesuai maka itu artinya kita diminta untuk terus berusaha lagi, lagi, dan lagi. Tiada hasil yang menghianati usaha.
Semangat!

20181126_193347.jpg

Demikian lima langkah persiapan menghadapi Penilaian Akhir Semester versi mamaknya Aiza Kamila. Bila ada yang mau mengoreksi dengan senang hati mamak terima. Bila mau menambahkan amat sangat diperbolehkan.

Semoga bermanfaat.

 
Surabaya, 26 November 2018
Sasa Aiza Kamila

 

OBAT KANGEN

20181118_211433_0001

Cung siapa yang sekarang ini lagi merantau?

Toss dulu lah kita.
πŸ‘‹πŸ‘Š balalala

Merantau, seberapa pun jaraknya itu, ketika kita tak lagi hidup dekat dengan orang tua dan keluarga besar dan tak lagi berada di tanah kelahiran.

Yap, semenjak SMA aku sudah terbiasa merantau. Kala itu namanya merantau tipis-tipis ehehehe. Karena jarak tempuh desaku ke kota Purwokerto tempatku sekolah sekitar 28,3km. Ih abis ngukur dalan to kok bisa tau jarak percisnya? Ya kagaklah. Nyong ndeleng neng gmaps πŸ˜‚.

Kemudian lanjut merantau ke Solo untuk study ke tingkat yang lebih tinggi. Cie cie kuliah nih mba sist 🀭🀭

Nah merantau yang sebenarnya barulah terjadi setelah ada seseorang yang ‘menculik’ daku. Piss pak βœŒπŸ˜„.

Ga tanggung-tanggung lagi le ‘menculik’. Ke luar pulau, Sist. Bayanganku aku dibawa ke tempat antah berantah penuh semak belukar dan hutan-hutan. Kalimantan, bok. Padahal nyatanya ya sama aja kayak kota-kota di Jawa. Cuma di sana masih sedikit lebih sepi. Ehehehe.

Nah, dikarenakan sudah lintas pulau pasti dong makanannya beda banget sama daerah asal. Secara aku ini picky eater πŸ™ˆ. Homesick di awal-awal masa adaptasi dan kangen masakan mama huhuhu.

Tahun 2009 kami pindah ke sebuah kota di pinggiran Kalimantan Selatan. Namanya Batu Licin. Waktu itu akses ke sana masih agak susah. Hanya ada satu kendaraan umum, bus kecil semacam travel gitu. Trus jalannya subhanallah, kayak di bulan, banyak kawah-kawah di tengah jalan πŸ˜‚πŸ˜‚. Kalo pas ujan bisa kebayang kan gimana bentukannya?

Satu bulan tinggal di Batu Licin, Alhamdulillah dikasih amanah setelah penantian delapan belas purnama. Aku positiiif! Drama terheboh pun dimulai. Nggak suka makanannya, kepengen sroto Sokaraja, tempe mendoan, pecel buatan mama, mie ayam Gajah Mas yang ada di Solo. Duh duh duh. Pusiiing, batine bapake πŸ˜‚πŸ™ˆ

Hal yang paling dikangeni saat kita merantau, selain ketemu orang tua, keluarga, dan konco-konco, sudah pasti lah soal makanannya. Ya kan ya kan?
Apalagi makanan itu cuma ada di kampung halaman dan ngga bisa dikirim! Cobak bayangin, kepengen sroto Sokaraja trus srotonya dikirim, oh no bisa-bisa nyampe di tujuan sudah dalam keadaan siap masuk tong sampah πŸ™ŠπŸ™.

Nah, maka dari itu biasanya perantau macam eike ini jadi belajar cara masak makanan khas daerah. Bisa ngga bisa kudu bisa! Walaupun rasanya tak sama persis dengan aslinya. Paling ngga bisa jadi obat kangen gitu lah πŸ˜„.

Sekarang ini aku sudah kembali ke pulau Jawa, Surabaya tepatnya. Kalo dulu di Batu Licin dalam kondisi hamil anak pertama, sekarang anaknya sudah tiga, Sist 🀭.

Wiken kemarin ini tiba-tiba kangen Sroto Sokaraja sama tempe mendoan. Jadilah hari Sabtu yang menyibukkan. Mulai dari goreng kerupuk. Ohya di sini tak ada kerupuk sroto macam di Purwokerto ya, jadi ya pakai kerupuk seadanya. Lanjut goreng ayam trus disuwir-suwir. Goreng kacang tanah lalu diblender. Kacang tanah halus inilah yang jadi pembeda antara soto Sokaraja dengan soto-soto lainnya. Kami ngapakers biasa menyebut soto dengan kata sroto πŸ˜„.

Lalu ngrebus bihun sama kecambah pendek. Nyiapin bumbu buat kuahnya, ditumis lalu dimasukkan ke dalam kuah.
Setelah semua siap. Sajikan di mangkok atau piring. Boleh pake ketupat atau lontong. Boleh juga skip. Bebas aja, Sist.

Taraaa. This is it Sroto Sokaraja dan Tempe Mendoan 😍😍

20181117_110845

20181117_135541

Hei, kamu. Iya kamu. Sekarang lagi kangen makanan apa, Sist?

 

Surabaya, 18 November 2018