Favoroils Goes to Surabaya

Emosi negatif perlu segera dituntaskan agar death circle tak perlu ada.

Mamak

Assalamu’alaikum buibuuuu… Gimana kabarnya ini? Sudah tahun ajaran baru. Ada yang anaknya masuk jenjang sekolah baru? Cung!

Toss dulu lah 🙌

Anak kedua mamak -kaka Zaada- juga masuk kelas 1 SD. Yang tadinya anak TK kini jadi anak seragam merah putih. Sekarang makin seru dong ya. Malam-malam ceriwis ngingetin duo boys buat nyiapin perlengkapan sekolah, nyuruh bobok gasik biar bisa bangun gasik subuhan. Trus paginya musti nyiapin bekel buat duo boys dan bigboss juga. Rempong-rempong asyik lah ya. Semoga jadi catatan amal kebaikan buat kita para emak-emak ya. Aamiin

Ini ni kaka Zaada yang udah jadi anak SD 🥰

Mmm…dulu itu trio mamak ini gampang banget batuk pilek panas. Jadi sering ngapelin dokter anak di Rumah Sakit. Kadang bawa satu anak, kadang dua. Bahkan pernah bawa tiga sekaligus! Mana waktu itu si ayah lagi keluar kota. Subhanallah. Sedih hati mamak, Nak.

Punya anak rendel ya begini ini. Satu bapil panas trus estafet ke anak yang lain. Kadang juga malah ke kita orang tuanya. Beuh kalau mamak yang sakit pan berabe ye! Bisa jungkir balik dunia persilatan.

Belum lagi bigboss kadang suka sambat capek, pusing dan lain-lain. Wong sakjane mamak ya pengen sambat begitu kok, Pak Pak.

Teruuusss, di sebuah grup whatsapp ada buibu yang ngomongin soal Young Living Essential Oils. Nah apaan tuh? Mamak taunya ya minyak goreng sama minyak telon doang, yang lain kagak tau. Pada cerita lah itu buibu kece tentang manfaat essential oils yang katanya bisa mengantisipasi biar anak ngga gampang bapil panas. Trus ada juga yang namanya stress away. Bikin stress ilang dah. Dan manfaat lainnya juga. Kebetulan yang mamak inget ya yang ntu tu. Hehehe.

Otomatis mamak tertarik kan? Secara itu adalah sambatan yang sering terjadi pada anak dan sigaraning nyowo.

Eh makin ke sini makin tertarik buat gabung member beli PSK karena buibu kece ini pake sistem arisan. Aih mamak-mamak kok denger arisan, ya pasti melek lah ini. Bisa aman keuangan negara kan?

Eits itu kok ada PSK apaan tuh?

Sabar buk sabar. Jangan negatif thinking dulu ya. PSK itu singkatan dari Premium Starter Kit. Jadi dengan membeli PSK Young Living kita akan langsung terdaftar sebagai member Young Living. Harganya lumayan bu. Tapi itu jadi lumayan murah daripada beli satuan. Apalagi kalau join member dapat bonus juga. Seru kan?

Ini isinya PSK buibu.

Favoroils Goes to Surabaya

Bulan Juni kemarin resmi lah mamak terdaftar sebagai member Young Living. Rasanya tak sabar menunggu PSK dateng. Pengen ngerasain gimana sih aromanya pas di diffuse?

Alhamdulillah akhir Juni paketan PSK dateng. Yeeaayyy. Etapi etapi ini mamak masih blank banget gimana penggunaannya. Mamak intip-intip resep di instagram aja jadinya. Ya awal-awal coba diffuse resep buat tidur nyenyak pakai lavender dan copaiba. Aromanya haruuummm. Jadi rileks. Dan alhamdulillah tidur lebih pules dari sebelumnya. Ya walaupun terbangun juga karena masih punya bayi 19 bulan tapi ini beneran lebih baik dari sebelumnya. Ma syaa Allah.

Terus, suatu hari ada email tuh dari mamikos -Anita Hartono- Crown Diamond Leader Indonesia yang pertama. Isi dari email itu pemberitahuan bahwa akan ada acara Young Living di Surabaya tanggal 27-28 Juli 2019. Nah sebagai pendatang baru mamak pun memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dong. Biar tahu lebih dalam lagi soal Young Living Essential Oils.

Pada saat hari H, tanggal 27 Juli 2019, dengan pedenya mamak datang ke Quest Hotel tempat acara ini berlangsung. Padahal waktu itu ga ada yang dikenal sama sekali. Tolah toleh wkwkwwk

Acara pun akhirnya dimulai. Mamikos mengawalinya dengan gerak badan dulu biar semangat. Yang paling semangat dapat hadiah peppermint oil 😍😍

Mamikos menjelaskan bahwa segala permasalahan itu awalnya dari stress kemudian muncul inflammation lalu disease dan pain. Digambarkan dalam foto berikut.

Stress itu awal mulanya. Entah karena pikiran atau emosi negatif yang terus ditumpuk-tumpuk sehingga akhirnya diri kita ini stress. Akibat dari stress itu muncullah inflammation atau peradangan. Ada yang biasanya pusing, migrain, asam lambung naik. Macam-macam lah efek dari stress itu. Kalau mamak biasanya sariawan. Kalau si bapak stress doyan makan, mamak mana bisa begitu. Lha perih je kena sariawan.

Setelah muncul peradangan lalu munculah disease atau penyakit. Mungkin penyakit ini awal-awalnya dianggap biasa saja. Ora diroso kalau orang Jawa bilang. Ternyata ketika diabaikan begitu saja akan muncul pain atau rasa sakit. Nah setelah muncul pain itu barulah kita ini gedandapan. Lho tiba-tiba divonis kanker, divonis darah tinggi, kolesterol dan lain-lain.

Eh setelah tahu pain itu, kanker dan lain-lain, ternyata kita stress lagi. Stress memikirkan gimana ini obatnya? Harus mulai dari mana pengobatannya? Obat yang ampuh apa ya? Dan sederet pertanyaan lain yang sangat mungkin memicu stress lagi. Maka dari itu ia disebut sebagai death circle. Lingkaran kematian.

Nah saat ada rasa sakit yang ada pada diri kita, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari sumbernya. Dan ternyata salah satu sumber pastinya adalah stress. Setelah tahu sumbernya kita cari solusinya. Untuk kemudian kita release. Yang awal mulanya dari emosi negatif maka itu harus di release ya, bu. Emosi negatif harus dikeluarkan untuk digantikan dengan emosi positif agar hidup lebih bermakna dan bahagia tentunya. Karena hal ini yang bisa kita kontrol agar tidak terus dalam death circle tadi.

Maka dari itu Young Living Essential Oils ini bukan sekedar essential oils untuk keperluan fisik tubuh kita aja tapi juga sampai menyentuh ke ranah emosi. Merilekskan tubuh sehingga emosi negatif bisa keluar membuat hidup lebih sehat secara fisik dan batin. Tapi Young Living Essential Oil bukan obat ya. Sejatinya sehat itu datangnya dari Allah. Dan salah satu ikhtiarnya bisa melalui Young Living Essential Oils ini.

Zyto Scan

Zyto Scan adalah sebuah alat identifikasi untuk mengetahui keseimbangan tubuh yang akurat dan dinamis. Alatnya terdiri dari hand cradle -tempat kita meletakkan telapak tangan kita- dan juga aplikasi yang ada pada layar laptop.

Ini zyto hand cradle. Gambar dari instagram.com/zytotech

Ada zyto balance, zyto food, dan zyto advance.

1. Zyto balance

Pada zyto balance akan ada 171 titik pada laki-laki dan 172 titik pendeteksian pada perempuan. Dari titik-titik itu nantinya akan muncul titik-titik mana yang sudah balance (ditandai dengan warna hijau) dan mana yang tidak balance (ditandai dengan warna merah).

Selanjutnya dari zyto akan merekomendasikan oil-oil apa yang cocok untuk dia.

2. Zyto food

Seperti zyto balance tapi lebih spesifik ke jenis makanannya. Semisal ada alergi makanan atau minuman tertentu. Maka zyto food akan merekomendasikan jenis makanan apa saja, detil bahannya disebutkan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Lalu semisal ada pantangan dari faktor pestisida misalnya, maka akan disebutkan juga jenis pestisida apa yang harus dihindari.

3. Zyto advance.

Dalam zyto advance ada penilaian seperti zyto balance namun lebih detil lagi.

Emotional Wellness

Sesi emotional wellness ini dibawakan oleh Pak Hengky Sukardi. Beliau praktisi Raindrop Technique yang sudah mendapatkan sertifikat CARE.

Sesi diawali dengan dimunculkan tokoh-tokoh dalam film Inside Out. Ada yang pernah nonton filmnya? Bagus ya filmnya 😍😍

Nah dalam film Inside Out kan ada lima emosi dasar yang ditampilkan dalam karakter masing-masing tokohnya ya, yaitu joy (senang), sadness (sedih), fear (takut), anger (marah), dan disgust (jijik).

Kelima emosi dasar itu memang karunia dari Allah. Tidak bisa salah satunya dihilangkan. Misal sadness-nya dihilangkan aja deh biar hidup kita tuh senang terus. Ya ngga bisa gitu bu. Semuanya ada dan perlu. Tapiiii ada tapinya bu, yang terkadang membuat hidup kita acak adul itu karena sesuatu yang berlebihan. Misal marah berlebihan, yang biasanya disebut sebagai marah-marah. Pada dasarnya marah itu perlu di saat-saat tertentu. Tapi caranya tidak dengan sembarangan (marah-marah tadi). Kalau kata emak Safithrie Soetrisno, marah tuh harus elegan. Nah ini masih PR juga buat mamak. Marahnya masih ngga elegan, masih marah-marah 😭😭😭

Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah

Inhale exhale. Nyalain diffuser pake lavender. Biar lebih rileks ya.

Oke. Kembali ke bahasan emotional wellness tadi ya. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Indonesione.org ditemukan hasil bahwa emosi itu berkaitan erat dengan suatu penyakit dalam tubuh manusia. Dari bagan di bawah terlihat bahwa dari hasil riset 10% kaitannya dengan fisik, 15% dari masalah sosial, 25% dari faktor psikis, dan 50% berasal dari faktor spiritual. Nah loh ternyata penyakit itu tak melulu soal fisik ya. Kalau kita sakit terus berobat ternyata kita baru menyelesaikan yang 10% aja ya. Dan prosentase paling besar adalah dari faktor spiritual ya bu. Ma syaa Allah.

Apalagi kita yang muslim ya. Seperti apakah hubungan kita sama Allah, bagaimana mindset kita terhadap keesaan Allah (tauhid), bagaimana ibadah kita, bagaimana sikap kita terhadap segala yang Allah berikan ke kita. Sudah banyak bersyukur kah? Atau lebih banyak mengeluh? Banyak berdo’a meminta ini itu pada Allah tapi tak meminta diri untuk lebih giat lagi beribadah? Kalau do’a tak diijabah lantas protes, ya Allah kok gini sih.

Plak plak. Tabok diri sendiri. Saatnya introspeksi diri.

Jadi, kalau alarm tubuh menunjukkan ada sesuatu yang salah maka kita perlu menyelesaikannya secara keseluruhan ya. Ya dari sisi spiritual, psikis, sosial, dan fisik. Jika ada emosi negatif yang terpendam maka sebaiknya segera dikeluarkan. Dan agar hidup kita lebih bermakna maka kuncinya ada tiga, ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.

Ikhlas menerima apa yang sudah terjadi pada diri kita. Legowo gitu, bu. Berdamai dengan diri sendiri. Lalu istighfar memohon ampun atas kesalahan yang pernah kita lakukan. Mencoba ikhlas juga memaafkan kesalahan orang lain pada kita. Kemudian berdo’a semoga Allah senantiasa menjaga kita agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Dan selanjutnya sibukkan dengan perbaikan diri terus-menerus. Jadi ga perlu ngasih kesempatan buat iri, dengki, julid, nyinyir dan sebagainya. Oh ya jangan lupa pula do’a,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Karena kondisi hati kita ini begitu mudah bolak-balik. Kadang lempeng tapi tak jarang juga bergejolak tak karuan. Makanya kudu minta sama Allah biar diteguhkan dalam ketaatan.

Jadi benar ya bahwa Allah itu Maha Kuasa Maha Sempurna menciptakan alam semesta sedemikian rupa sehingga semua berjalan dengan harmonis. Menciptakan manusia yang diberi akal dan tumbuhan-tumbuhan dengan karakteristik masing-masing. Nah dari karakteristik masing-masing tumbuhan inilah akhirnya tercipta Young Living essential oils.

Dalam kesempatan ini pak Hengky mempraktekkan cara emotional release. Ada tiga orang yang maju ke depan. Di awali dengan berdo’a. Lalu diolesi oil-oil pada titik-titik tertentu. Untuk peserta yang lain dihirupkan beberapa oil tapi tidak sebanyak 3 peserta yang di depan. Dan ternyata, tiba-tiba kepala mamak beraattt. Saat pak Hengky mengatakan,

“Jika melihat bayangan seseorang atau warna tertentu, coba maafkan. Maafkan. Atau maafkanlah diri sendiri.”

Tiba-tiba air mata menetes begitu aja. Dan setelah tarik nafas buang nafas. Kepala yang tadinya berat serasa plog, lega. Mamak sih ngga sampai melihat bayangan seseorang. Tapi bener kepala yang tadinya berat terus jadi enteng gitu. Memang ya, kalau kita memendam emosi negatif hanya akan membebani diri sendiri. Musti dilepaskan.

Demikianlah gaes pengalaman mamak mengikuti acara Favoroils Goes to Surabaya. Dan yakinlah apa yang mamak tuliskan dan sarankan, semisal, legowo lah bu, jangan kasih kesempatan untuk iri dengki dan sebagainya itu mudah dalam menuliskannya tapi prakteknya memang tak semudah itu. Mamak juga tahu itu. Tapiiii setidaknya dengan menuliskannya di sini bisa jadi pengingat diri mamak jika suatu saat mulai melenceng agar bisa kembali ke jalan yang benar.

Semoga apa yang mamak tuliskan ada manfaatnya yaa. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi dan dimaafkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pola Asuh Generasi Z part 1

Salah satu kegiatan yang paling aku nantikan dari sekolah sulungku -SDIT At Taqwa Surabaya- adalah kegiatan parenting. Bukan sok gimana gitu ya. Tapi justru karena aku ini masih banyak salah dalam pola asuh anak-anakku. Jadi ya musti terus belajar lagi. Hla wong sering ikut parenting aja pelaksanaannya masih acak adul gini hiks hiks. Seperti kata sebuah lagu, jatuh bangun akuuuu…

Mohon do’anya ya teman biar aku ga keseringan jatuh. Atau minimal kalau habis jatuh ya bisa bangkit lagi. 🙏🙏

Alhamdulillah tanggal 13 April 2019 acara parenting untuk jenjang kelas 1,2, dan 3 berhasil terselenggara. Bertempat di Notredame Adventure Park Wisata Bukit Mas Surabaya. Dan alhamdulillah dihadiri oleh banyak ayah bunda wali siswa kelas 1,2, dan 3. Walaupun kata ustadzah ini karena diwajibkan pihak sekolah tapi aku mah mengganggapnya karena sekarang para orang tua sudah antusias akan parenting ya. Ma syaa Allah. Alhamdulillah.

Pembicara utama di acara parenting kali ini yaitu dr. Martina Sylviarini Surya Widarti yang biasa disapa dengan nama dokter Vivi. Beliau ini dokter praktisi parenting, founder komunitas Ibu Bahagia yang juga sering mengisi seminar parenting di berbagai kota di Indonesia. Baik kota-kota di pulau Jawa maupun di luar Jawa seperti Kalimantan dan Batam.

Menurut penuturan Ustadzah Mamik Indrawati selaku Kepala Sekolah SDIT At Taqwa, para siswa saat ini tengah menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah gadget. Terlebih para siswa ini adalah anak-anak generasi Z, di mana saat mereka lahir sudah ada yang namanya internet. Beda dengan jaman emaknya. Lalu bagaimanakah pola asuh generasi Z ini?

Dokter Vivi menjelaskan secara gamblang dalam parenting kali ini. Selain slide materi, audio dan video penunjang juga ikut ditampilkan. Jadi makin meriah deh parentingnya.

Oke Ayah Bunda. Mari kita simak isi dari parenting Pola Asuh Generasi Z ini ya…

Sumber gambar dari cbsnews.com

Ayah Bunda tahu ga itu foto siapa?

Pas dokter Vivi nanya begitu aku juga jawab, “Ngga tau, Dok.”

Foto di sebelah kiri adalah Edmund Hillary dan yang di sebelahnya adalah Tenzing Norgay. Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung asal New Zealand yang ingin menjadi orang pertama yang mencapai puncak gunung Everest.

Selain dirinya sudah banyak pendaki lain yang mencoba menaklukkan Everest. Namun nyatanya belum ada yang berhasil.

Hingga pada 29 Mei 1953 Edmund Hillary beserta rombongan pendaki lain dan dipandu oleh seorang sherpa bernama Tenzing Norgay berhasil mencapai puncak Everest. Edmund Hillary dinyatakan sebagai orang pertama yang menaklukkan puncak Everest.

Kabar keberhasilan Edmund Hillary itu pun menyebar ke berbagai penjuru negeri. Bahkan Ratu Elizabeth II menghadiahkan gelar kebangsawanan padanya.

Hingga akhirnya ada seorang wartawan yang merasa janggal akan berita itu.

“Mengapa yang dikenal sebagai penakluk pertama adalah Edmund Hillary bukan Tenzing Norgay?” begitu pikirnya.

Bukankah sebagai seorang pemandu pastinya posisi Tenzing Norgay selalu berada di depan Edmund Hillary?

Setelah ditelusuri, ternyata jawaban Tenzing Norgay begini Ayah Bunda,

“Iya benar! Saya selalu berada di depan Edmund Hillary selama perjalanan. Namun selangkah sebelum puncak Everest, saya persilakan Edmund Hillary untuk berada di depan. Sehingga dirinyalah yang menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest.”

“Menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest adalah mimpinya bukan mimpiku. Mimpiku adalah membantu mewujudkan mimpinya,” kata Tenzing Norgay.

Lalu, siapakah Tenzing Norgay dalam hidup kita?

Suasana ruangan seketika hening. Yang aku pikirkan adalah sosok mamaku. Beliau yang selama ini sudah banyak berjasa hingga aku bisa seperti sekarang ini. Beliau lah Tenzing Norgay dalam hidupku.

Kemudian aku berpikir, akankah anak-anakku kelak menganggap bundanya ini sebagai Tenzing Norgay dalam hidup mereka? Bismillah, bunda akan berusaha semaksimal mungkin, Nak. Agar kelak kalian bisa meraih impian kalian, sukses dunia akhirat. Semoga Allah meridhoi. Aamiin.

Cara mamaku mendidik aku tentunya akan berbeda dengan caraku mendidik anak-anakku. Karena zaman telah berubah. Ada sebuah pesan dari sahabat Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya.”

Jadi kita para orang tua sudah semestinya terus belajar agar bisa menjadi orang tua yang mengerti perkembangan zaman dan memahami karakter anak sehingga bisa menentukan pola asuh yang tepat.

Agar anak-anak bisa menjadi generasi yang kuat maka kita para orang tua harus mempersiapkannya. Ada sebuah quotes yang menyatakan bahwa gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan. Pastinya ga mau begitu kan, Ayah Bunda?

Dalam pola asuh anak ada tiga pihak yang berperan, yaitu:

1. Orang tua

2. Guru

3. Lingkungan

Tapi peran orang tua memegang peranan yang sangat penting. Karena sebagian besar waktu anak-anak adalah bersama orang tuanya. Terlebih lagi ibunya.

Maka dari itu ada sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam an-Nasâ-i (6/11), al-Hâkim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu datang kepada Nabi Muhammad n dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

Tapi bukan berarti ibu hanyalah satu-satunya pihak yang bertugas mengasuh dan mendidik anak. Secara teknis memang ibu lebih banyak berperan, manajer operasionalnya begitu ya. Tapi ayah juga berperan sangat penting. Tugas ayah adalah mengkonsep pola asuh itu. Itu sebabnya Allah memberi waktu ibu mengandung anak selama 9 bulan 10 hari. Tak lain adalah agar ayah menyiapkan konsep pendidikan bagi anak yang kelak akan lahir. Sudahkah seperti itu wahai Ayah?

Tantangan yang Dihadapi oleh Generasi Z

Tahun 2045 anak-anak generasi Z yang sekarang ada di usia SD dan SMP akan menjadi pemimpin bangsa. Namun kini mereka tengah menghadapi sebuah bahaya. Apakah itu? Yap! Gadget.

Karena memang sekarang adalah era digital. Keberadaan gadget adalah sebuah keniscayaan. Namun sebagai orang tua kita tak lantas manut saja atau membiarkan saja. Apalagi anak usia 7-14 tahun merupakan masa tawanan perang. Artinya perlu ada sebuah ketegasan dari orang tua.

Bukan berarti anak tidak boleh sama sekali menggunakan gadget ya. Hla wong ayah bundanya aja pada pake gadget kan? Hal yang bisa dilakukan adalah membuat kesepakatan. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Pastinya akan lebih enak menjalaninya ketika itu memang kesepakatan bersama.

Sebenarnya apa sih generasi Z itu? Kok bisa ada pengklasifikasian generasi kayak gitu?

Pengkasifikasian Generasi

Ada 5 generasi yang lahir setelah perang dunia kedua dan berhubungan dengan masa kini menurut teori generasi, yaitu:

  1. Baby Boomer (lahir tahun 1946 – 1964).
  2. Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
  3. Generasi Y (lahir tahun 1981-1994

2.

Generasi ini terlahir pada masa-masa adanya gejolak dan transisi serta menyaksikan berbagai konflik global seperti Perang Dingin, Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin. Generasi ini cenderung lebih toleran, menerima berbagai perbedaan yang ada.

3. )

Pola pikir dan karakter generasi ini dapat dikatakan generasi penuh ide-ide visioner dan inovatif untuk melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan dan penguasaan IPTEK.

4. Generasi Z (lahir tahun 1995-2010)

Generasi ini adalah peralihan dari Generasi Y dimana teknologi sedang berkembang. Pola pikir mereka cenderung serba ingin instan.

5. Generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025)

Generasi ini adalah lanjutan dari generasi Z dimana mereka sudah terlahir dengan teknologi yang semakin berkembang pesat. Di usia mereka yang sangat dini, mereka sudah mengenal dan sudah berpengalaman dengan gadget,smartphone dan kecanggihan teknologi yang ada.

Ayah Bunda yang memiliki anak generasi Z adalah mereka yang tergolong dari generasi X dan Y. Di mana orang tua generasi X biasanya lebih memperhatikan proses. Misal menabung dulu, hidup prihatin agar bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Untuk orang tua generasi Y pola pikir mereka lebih terbuka. Tentunya antara generasi X dan Y akan berbeda dengan anak-anak generasi Z. Maka itu rawan adanya konflik.

Pernah dengar kan kalimat seperti ini, “Jaman mamah dulu…”

Mungkin belum sempat selesai kalimat dari kita, anak akan menjawab,

“Itu udah jadul, Mah. Sekarang lho 2019.”

Pernah dengar atau mungkin pernah ngomong begitu? Hehehe

Adapun ciri-ciri generasi Z, yaitu

1. Memiliki dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya.

Karena sekarang ini sudah jaman serba internet. Sehingga muncul namanya dunia maya. Di mana kita atau anak-anak kita begitu eksis di sosial media. Biasanya generasi Z ini akan lebih aktif di dunia maya daripada di dunia nyata.

2. Ingin tampil beda.

Anak-anak generasi Z biasanya ingin tampil beda, yang unik yang tidak ada yang menyamainya. Pokoknya ‘ini gue banget’.

3. Realistic.

Contohnya begini, akan ada lomba tingkat propinsi. Orang tua menginginkan anaknya ikut serta. Tapi anak generasi Z ini berpikirmya realistis. Dia menganalisa dengan jumlah peserta sekian dari berbagai sekolah kayaknya kok ga bakalan menang. Nah daripada capek-capek ikut olimpiade mending ga usah aja.

Orang tua dari generasi Y itu punya sifat optimis. Jadi menjawab anaknya, “Ya dicoba dulu dong. Kemungkinan menang tetap ada.”

3. Takut banget melewatkan sesuatu yang penting.

Hal ini terkait dengan tokoh idola. Misal anak begitu suka dengan suatu film di televisi. Biasanya ia akan sangat menyayangkan jika melewatkan salah satu episodenya. Pokoknya mau nonton film itu dulu. Titik.

Nah di sini pentingnya menanamkan karakter sejak dini. Siapakah tokoh idola yang seharusnya kita kenalkan sejak mereka masih kecil? Pastinya Rasul dan para sahabat.

5. Ekonomis

Generasi Z ini berpikirnya ekonomis. Mereka mau pakai barang bagus, mahal tapi tak perlu keluar banyak uang. Maka itulah akhirnya muncul grab dan gojek.

6. Do It Yourself (DIY)

Anak-anak generasi Z ini bisa membuat sesuatu secara mandiri. Misal membuat mobil-mobilan dari kardus atau botol bekas. Mereka tinggal buka youtube, melihat proses pembuatan dan akhirnya mereka bisa membuatnya sendiri.

Untuk kelanjutan hasil parenting Pola Asuh Generasi Z ini insyaa Allah akan disambung di part 2 ya. Nantikan tulisan part 2 nya yaaaa

Terima kasih untuk yang berkenan membaca. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini. Hal yang tak baik tolong dibuang aja ya.

Pola Asuh Generasi Z part 1

20190413_071635.jpg

“Menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest adalah mimpinya bukan mimpiku. Mimpiku adalah membantu mewujudkan mimpinya.”

Tenzing Norgay.

Salah satu kegiatan yang paling aku nantikan dari sekolah sulungku -SDIT At Taqwa Surabaya- adalah kegiatan parenting. Bukan sok gimana gitu ya. Tapi justru karena aku ini masih banyak salah dalam pola asuh anak-anakku. Jadi ya musti terus belajar lagi. Hla wong sering ikut parenting aja pelaksanaannya masih acak adul gini hiks hiks. Seperti kata sebuah lagu, jatuh bangun akuuuu…

Mohon do’anya ya teman biar aku ga keseringan jatuh. Atau minimal kalau habis jatuh ya bisa bangkit lagi. 🙏🙏

Alhamdulillah tanggal 13 April 2019 acara parenting untuk jenjang kelas 1,2, dan 3 berhasil terselenggara. Bertempat di Notredame Adventure Park Wisata Bukit Mas Surabaya. Dan alhamdulillah dihadiri oleh banyak ayah bunda wali siswa kelas 1,2, dan 3. Walaupun kata ustadzah ini karena diwajibkan pihak sekolah tapi aku mah mengganggapnya karena sekarang para orang tua sudah antusias akan parenting ya. Ma syaa Allah. Alhamdulillah.

 

Pembicara utama di acara parenting kali ini yaitu dr. Martina Sylviarini Surya Widarti yang biasa disapa dengan nama dokter Vivi. Beliau ini dokter praktisi parenting, founder komunitas Ibu Bahagia yang juga sering mengisi seminar parenting di berbagai kota di Indonesia. Baik kota-kota di pulau Jawa maupun di luar Jawa seperti Kalimantan dan Batam.

Menurut penuturan Ustadzah Mamik Indrawati selaku Kepala Sekolah SDIT At Taqwa, para siswa saat ini tengah menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah gadget. Terlebih para siswa ini adalah anak-anak generasi Z, di mana saat mereka lahir sudah ada yang namanya internet. Beda dengan jaman emaknya. Lalu bagaimanakah pola asuh generasi Z ini?

Dokter Vivi menjelaskan secara gamblang dalam parenting kali ini. Selain slide materi, audio dan video penunjang juga ikut ditampilkan. Jadi makin meriah deh parentingnya.

Oke Ayah Bunda. Mari kita simak isi dari parenting Pola Asuh Generasi Z ini ya…

image3702047.jpg

Sumber gambar dari cbsnews.com

 

Ayah Bunda tahu ga itu foto siapa?

Pas dokter Vivi nanya begitu aku juga jawab, “Ngga tau, Dok.”

Foto di sebelah kiri adalah Edmund Hillary dan yang di sebelahnya adalah Tenzing Norgay. Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung asal New Zealand yang ingin menjadi orang pertama yang mencapai puncak gunung Everest.

Selain dirinya sudah banyak pendaki lain yang mencoba menaklukkan Everest. Namun nyatanya belum ada yang berhasil.

Hingga pada 29 Mei 1953 Edmund Hillary beserta rombongan pendaki lain dan dipandu oleh seorang sherpa bernama Tenzing Norgay berhasil mencapai puncak Everest. Edmund Hillary dinyatakan sebagai orang pertama yang menaklukkan puncak Everest.

Kabar keberhasilan Edmund Hillary itu pun menyebar ke berbagai penjuru negeri. Bahkan Ratu Elizabeth II menghadiahkan gelar kebangsawanan padanya.

Hingga akhirnya ada seorang wartawan yang merasa janggal akan berita itu.

“Mengapa yang dikenal sebagai penakluk pertama adalah Edmund Hillary bukan Tenzing Norgay?” begitu pikirnya.

Bukankah sebagai seorang pemandu pastinya posisi Tenzing Norgay selalu berada di depan Edmund Hillary?

Setelah ditelusuri, ternyata jawaban Tenzing Norgay begini Ayah Bunda,

“Iya benar! Saya selalu berada di depan Edmund Hillary selama perjalanan. Namun selangkah sebelum puncak Everest, saya persilakan Edmund Hillary untuk berada di depan. Sehingga dirinyalah yang menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest.”

“Menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest adalah mimpinya bukan mimpiku. Mimpiku adalah membantu mewujudkan mimpinya,” kata Tenzing Norgay.

Lalu, siapakah Tenzing Norgay dalam hidup kita?

Suasana ruangan seketika hening. Yang aku pikirkan adalah sosok mamaku. Beliau yang selama ini sudah banyak berjasa hingga aku bisa seperti sekarang ini. Beliau lah Tenzing Norgay dalam hidupku.

Kemudian aku berpikir, akankah anak-anakku kelak menganggap bundanya ini sebagai Tenzing Norgay dalam hidup mereka? Bismillah, bunda akan berusaha semaksimal mungkin, Nak. Agar kelak kalian bisa meraih impian kalian, sukses dunia akhirat. Semoga Allah meridhoi. Aamiin.

Cara mamaku mendidik aku tentunya akan berbeda dengan caraku mendidik anak-anakku. Karena zaman telah berubah. Ada sebuah pesan dari sahabat Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya.”

Jadi kita para orang tua sudah semestinya terus belajar agar bisa menjadi orang tua yang mengerti perkembangan zaman dan memahami karakter anak sehingga bisa menentukan pola asuh yang tepat.

Agar anak-anak bisa menjadi generasi yang kuat maka kita para orang tua harus mempersiapkannya. Ada sebuah quotes yang menyatakan bahwa gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan. Pastinya ga mau begitu kan, Ayah Bunda?

Dalam pola asuh anak ada tiga pihak yang berperan, yaitu:
1. Orang tua
2. Guru
3. Lingkungan
Tapi peran orang tua memegang peranan yang sangat penting. Karena sebagian besar waktu anak-anak adalah bersama orang tuanya. Terlebih lagi ibunya.

Maka dari itu ada sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam an-Nasâ-i (6/11), al-Hâkim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu  datang kepada Nabi Muhammad n dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

Tapi bukan berarti ibu hanyalah satu-satunya pihak yang bertugas mengasuh dan mendidik anak. Secara teknis memang ibu lebih banyak berperan, manajer operasionalnya begitu ya. Tapi ayah juga berperan sangat penting. Tugas ayah adalah mengkonsep pola asuh itu. Itu sebabnya Allah memberi waktu ibu mengandung anak selama 9 bulan 10 hari. Tak lain adalah agar ayah menyiapkan konsep pendidikan bagi anak yang kelak akan lahir. Sudahkah seperti itu wahai Ayah?

Tantangan Bagi Generasi Z

Tahun 2045 anak-anak generasi Z yang sekarang ada di usia SD dan SMP akan menjadi pemimpin bangsa. Namun kini mereka tengah menghadapi sebuah bahaya. Apakah itu? Yap! Gadget.

Karena memang sekarang adalah era digital. Keberadaan gadget adalah sebuah keniscayaan. Namun sebagai orang tua kita tak lantas manut saja atau membiarkan saja. Apalagi anak usia 7-14 tahun merupakan masa tawanan perang. Artinya perlu ada sebuah ketegasan dari orang tua.

Bukan berarti anak tidak boleh sama sekali menggunakan gadget ya. Hla wong ayah bundanya aja pada pake gadget kan? Hal yang bisa dilakukan adalah membuat kesepakatan. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Pastinya akan lebih enak menjalaninya ketika itu memang kesepakatan bersama.

Sebenarnya apa sih generasi Z itu? Kok bisa ada pengklasifikasian generasi kayak gitu?

Pembagian Generasi

Ada 5 generasi yang lahir setelah perang dunia kedua dan berhubungan dengan masa kini menurut teori generasi, yaitu:

  1. Baby Boomer (lahir tahun 1946 – 1964)
    Generasi ini terlahir pada masa-masa dimana berbagai perang telah berakhir sehingga perlu penataan ulang kehidupan dan banyak keluarga yang memiliki banyak anak.
  2. Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
    Generasi ini terlahir pada masa-masa adanya gejolak dan transisi serta menyaksikan berbagai konflik global seperti Perang Dingin, Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin. Generasi ini cenderung lebih toleran, menerima berbagai perbedaan yang ada.
  3. Generasi Y (lahir tahun 1981-1994)
    Pola pikir dan karakter generasi ini dapat dikatakan generasi penuh ide-ide visioner dan inovatif untuk melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan dan penguasaan IPTEK.
  4. Generasi Z (lahir tahun 1995-2010)
    Generasi ini adalah peralihan dari Generasi Y dimana teknologi sedang berkembang. Pola pikir mereka cenderung serba ingin instan.
  5. Generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025)
    Generasi ini adalah lanjutan dari generasi Z dimana mereka sudah terlahir dengan teknologi yang semakin berkembang pesat. Di usia mereka yang sangat dini, mereka sudah mengenal dan sudah berpengalaman dengan gadget,smartphone dan kecanggihan teknologi yang ada.

Ayah Bunda yang memiliki anak generasi Z adalah mereka yang tergolong dari generasi X dan Y. Di mana orang tua generasi X biasanya lebih memperhatikan proses. Misal menabung dulu, hidup prihatin agar bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Untuk orang tua generasi Y pola pikir mereka lebih terbuka. Tentunya antara generasi X dan Y akan berbeda dengan anak-anak generasi Z. Maka itu rawan adanya konflik.

Pernah dengar kan kalimat seperti ini, “Jaman mamah dulu…”
Mungkin belum sempat selesai kalimat dari kita, anak akan menjawab,
“Itu udah jadul, Mah. Sekarang lho 2019.”
Pernah dengar atau mungkin pernah ngomong begitu? Hehehe

Ciri-ciri Generasi Z
Adapun ciri-ciri generasi Z, yaitu:
1. Memiliki dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya.
Karena sekarang ini sudah jaman serba internet. Sehingga muncul namanya dunia maya. Di mana kita atau anak-anak kita begitu eksis di sosial media. Biasanya generasi Z ini akan lebih aktif di dunia maya daripada di dunia nyata.

2. Ingin tampil beda.
Anak-anak generasi Z biasanya ingin tampil beda, yang unik. Pokoknya ‘ini gue banget’.

3. Realistic.
Contohnya begini, akan ada lomba tingkat propinsi. Orang tua menginginkan anaknya ikut serta. Tapi anak generasi Z ini berpikirmya realistis. Dia menganalisa dengan jumlah peserta sekian dari berbagai sekolah kayaknya kok ga bakalan menang. Nah daripada capek-capek ikut olimpiade mending ga usah aja.
Orang tua dari generasi Y itu punya sifat optimis. Jadi menjawab anaknya, “Ya dicoba dulu dong. Kemungkinan menang tetap ada.”

3. Takut banget melewatkan sesuatu yang penting.
Hal ini terkait dengan tokoh idola. Misal anak begitu suka dengan suatu film di televisi. Biasanya ia akan sangat menyayangkan jika melewatkan salah satu episodenya. Pokoknya mau nonton film itu dulu. Titik.

Nah di sini pentingnya menanamkan karakter sejak dini. Siapakah tokoh idola yang seharusnya kita kenalkan sejak mereka masih kecil? Pastinya Rasul dan para sahabat.

5. Ekonomis
Generasi Z ini berpikirnya ekonomis. Mereka mau pakai barang bagus, mahal tapi tak perlu keluar banyak uang. Maka itulah akhirnya muncul grab dan gojek.

6. Do It Yourself (DIY)
Anak-anak generasi Z ini bisa membuat sesuatu secara mandiri. Misal membuat mobil-mobilan dari kardus atau botol bekas. Mereka tinggal buka youtube, melihat proses pembuatan dan akhirnya mereka bisa membuatnya sendiri.

Untuk kelanjutan hasil parenting Pola Asuh Generasi Z ini insyaa Allah akan disambung di part 2 ya. Nantikan yaaaa.

Terima kasih untuk yang berkenan membaca. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini. Hal yang tak baik tolong dibuang aja ya.

Market Day Melatih Anak menjadi Moslempreneur

Di sekolah Mas Ayyi, SDIT At Taqwa Surabaya ada 6 tema besar dalam satu tahun pelajaran yaitu tema ourselves, environment, technology, entrepreneurship, changing, dan manage the world.

Nah kali ini emak akan membahas soal tema di awal semester dua ini yaitu tema entrepreneurship. Di antara enam tema itu inilah tema yang paling ditunggu Mas Ayyi. Karena ada market day. Yeeaayyy.

Tiap siswa mendapat jadwal untuk berjualan. Boleh berjualan makanan, minuman, maupun peralatan sekolah. Range harga jual yang diperbolehkan antara 1000-5000 rupiah.

Dengan adanya market day ini emak pun nyari-nyari ide kira-kira makanan atau minuman yang dijual itu apa ya? Waktu itu emak tanya sama temen-temen di grup wa. Emak-emak kece pokoknya, info segala macam hal bisa didapat di situ.

Ide-ide itu antara lain:

1. Es lilin

2. Sate buah

3. Bakpau karakter

4. Nasi goreng

5. Jelly

6. Sate coklat

7. Donat

8. Risoles

Awalnya emak tanya mas Ayyi, kira-kira mau jualan apa nih? Sewaktu kelas 1 pilihan jatuh pada sate coklat. Bikinnya gampang dan praktis.

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain

– snack egg drops

– coklat batangan

– meses

– stik es krim

Cara membuatnya:

1. Coklat batangan dilelehkan pada wadah di atas air panas.

2. Celupkan egg drops pada coklat leleh

3. Tempelkan pada stik es krim

4. Taburi dengan meses

5. Jadi deh

Praktis banget kan?

Waktu itu Mas Ayyi sama Kaka Zaada ikutan bantuin bikin lho. Seruuu.

Sewaktu gelar lapak di sekolah, Alhamdulillah ludes.

Nah sewaktu kelas 2, Mas Ayyi minta jualan nasi goreng. Emak pun selancar ke dunia maya. Cari-cari kreasi bento nasi goreng. Qadarullah emak abis lahiran adek Mila, jadi persiapannya agak kurang. Alhamdulillah nya ada eyang yang bantuin masakin nasi gorengnya.

Bento nasgor memang ngga selaris sate coklat. Tapi tak apa ya Mas. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Jadi bisa belajar bahwasanya bisnis itu naik turun. Kadang naik kadang turun.

Nah di kelas 3 ini, Mas Ayyi jadi mikir-mikir, kira-kira jualan apa ya yang bakalan laris. Awalnya terpikir untuk jualan es lilin. Emak senang lah. Karena punya kenalan teman yang produksi es lilin buah-buahan. Tapi sepertinya Mas Ayyi masih belum sreg. Rupa-rupanya dia mengamati teman-temannya.

“Nda, tadi ada kakak kelas yang jualan es krim. Laris banget. Ayyi aja ngga kebagian”, katanya dengan antusias.

“Ayyi kepengen jualan es krim?” Emak mencoba menyelidik.

“Iya”, jawabnya singkat padat dan jelas.

“Tapi kalau bikin es krim bunda belum bisa, Mas”, jawab emak.

Keesokan harinya kembali ia dengan laporan dari acara market day. Ada yang jualan milo, ada juga yang jualan pisang keju, ada yang jualan jelly bentuk ikan, dan lain-lain.

“Ayyi jualan milo aja lah”, dia pun mengambil keputusan.

“Oke. Nanti bunda cari toko yang jual milo ya”, ujar emak.

Setelah cari-cari info harga milo bubuk rupanya emak mempertimbangkan hal lain. Faktor harga beli dan nantinya akan dijual dengan harga berapa. Istilah ekonominya, berapa Harga Pokok Pembelian (HPP), berapa Harga Jual, dan Laba.

Di jaman milenial sekarang ini, belum afdhol kalo belum tengok-tengok online shop ataupun marketplace. Nah ternyata nemu penjual minuman coklat bubuk yang sekarang lagi hits. Ketemulah Cho Latte. Emak milih varian Royal choco yang kayaknya endeuss.

Klik, pesan, dan bayar. Lalu tunggu paketnya sampai di depan pagar 😁😁

Menjelang hari H jualan, emak ajak mas Ayyi ke toko plastik. Nyari botol-botol unik buat wadah royal choco. Kembali mempertimbangkan harga beli dan harga jual akhirnya pilihan jatuh pada botol berbentuk bohlam. Lucu ya 😍😍

Sejak sore sudah sibuk menyiapkan minuman Royal Choco ini. Lalu dimasukkan ke freezer biar dingin. Dan paginya siap cuss ke sekolahan.

Alhamdulillah laris manis. Malah ada beberapa temannya yang pesan buat hari berikutnya.

Alhamdulillah. Market day sukses ❤❤❤

Dengan adanya market day di tema entrepreneurship ini, siswa SDIT At Taqwa dilatih untuk berjualan. Sehingga anak-anak bisa belajar tentang pangsa pasar, harga pembelian, harga jual dan laba.

Tak melulu soal dunia, urusan akhirat pun tetap diperhatikan. Pihak sekolah menyediakan kotak infak sehingga para siswa bisa menginfakkan sebagian hasil jualannya pada hari itu. Pembeli pun tetap bisa berinfak kok. Karena memang di sekolah ini infak tidak hanya pada hari tertentu saja. Every day is infak day.

Dan jangan salah, sewaktu kelas 1 jumlah infak yang didapat dari market day para siswa sebanyak Rp 5.009.200,- Ma syaa Allah.

Untuk infak yang diperoleh sewaktu kelas 2 emak kurang informasi. Jadi ngga tahu jumlah pasti infaknya. Dan untuk kelas 3 ini juga belum ada pemberitahuan karena Perayaan Akhir Tema Entrepreneurship belum dilaksanakan.

Semoga dengan latihan jualan di market day ini, kelak kau kan jadi moslempreneur yang sukses ya, Mas. Sukses dunia akhirat. Aamiin

#marketday

#moslempreneur

5 Tips Membawa MPASI saat Liburan ke Luar Kota

(Foto pixabay.com/yalehealth)

Bekerja sepanjang hari pastinya membuat badan dan pikiran kita lelah ya mom. Baik itu mommies yang bekerja di luar maupun mommies yang bekerja dari rumah. Dan bila sudah demikian pastinya akan sangat membutuhkan liburan. Biar tetap bisa produktif dan tetap menjaga kewarasan. Ya kan, mom?

Nah libur long weekend di akhir tahun ini bisa jadi momen yang tepat untuk piknik melepas penat. Pastinya sudah merencanakannya jauh-jauh hari kan?

Tapi bagaimana ya bila akan liburan dengan membawa bayi yang mulai mengkonsumsi MPASI ya? Apa yang musti mommies lakukan agar tetap bisa memberikan MPASI untuk buah hati?

Berikut ini ada 5 tips MPASI saat liburan long weekend. Let’s check it out, mom.

1. Kemas MPASI dalam bentuk cube beku, masukkan ke dalam cooler bag.

(Foto http://www.elevania.co.id/baby talk)

Sebelum memulai perjalanan liburan ke luar kota, hendaknya menyiapkan MPASI dalam jumlah banyak dan dibekukan di freezer. MPASI beku itu bisa dimasukkan dalam wadah-wadah kecil berbentuk cube. Sesaat sebelum perjalanan masukkanlah ke dalam cooler bag. Hal itu agar MPASI cube beku tak lekas mencair.

2. Hangatkan MPASI dengan merendam air panas dalam tertutup.

Bila waktu makan tiba, maka hangatkan MPASI beku yang sudah mommies siapkan. Caranya dengan merendam wadah MPASI beku itu ke dalam air panas di wadah yang lebih besar.

3. Bawa buah-buahan yang mudah dilumatkan.

(Foto pixabay.com/HeVoli)

Selain menyiapkan MPASI beku, bawa pula buah-buahan yang mudah dilumatkan, seperti pisang, alpukat, dan jeruk. Bila sewaktu-waktu bayi lapar maka bisa disuapi buah-buahan yang sudah dilumatkan sebagai selingan.

4. Bila perlu bawalah baby food maker untuk membuat MPASI dari bahan segar.

(Foto instagram.com/babysafe_indonesia)

Bila mommies menginap di hotel, maka bisa saja membawa baby food maker agar bisa membuat MPASI dari bahan segar. Tentu saja rasa MPASI nya akan lebih fresh bila dibuat dari bahan segar.

5. Untuk berjaga-jaga bawalah MPASI instan.

(Foto mommiesdaily.com)

Bila aktivitas liburan mommies terlalu dinamis, sehingga kesulitan membuat MPASI maka tak ada salahnya menyiapkan MPASI instan. Ada banyak pilihan rasa MPASI instan yang tersedia di toko online maupun offline. Perhatikanlah kecocokan merk tertentu dengan bayi kita. Karena terkadang ada bayi yang tidak cocok dengan merk tertentu seperti alergi merah-merah. Selain itu perhatikan pula tanggal kadaluarsanya.

Demikianlah tips Membawa MPASI saat liburan ke luar kota. Semoga bermanfaat. Dan semoga liburan mommies bersama bayi tercinta akan tetap menyenangkan. Selamat liburan!

Artikel ini pernah dipublikasikan di idntimes.com

Ini link nya https://www.idntimes.com/food/dining-guide/siti-salbiyah/jangan-panik-ini-5-tips-membawa-mpasi-saat-liburan-ke-luar-kota-c1c2

Finally, Suroboyo Bus, Here We Go!

(Foto idntimes.com/ Reza Iqbal)

Bisa dibilang kami ini telat banget tau soal info Suroboyo Bus. Padahal mah tiap hari juga hidupnya di Surabaya, tapi cuman seputaran kontrakan, sekolah, belanja sayur, beli lauk. Pokoknya Kebraon dan sekitarnya lah.

Sakno e rek rek 😂😂

Ndilalah, sore itu, kami lagi naik taksi online dari stasiun Wonokromo. Baru pulang mudik cyin. Eh kok liat ada bus tingkat warna kuning.

“Waaa ada bus tingkaaat!”

Duo boys excited banget.

“Besok kan ayah masih cuti. Mau ta naik bus tingkat?”

“Mauuuu”

Keesokan harinya, kami kembali naik taksi online. Menurut penuturan sopir taksi online itu, beli tiketnya pake botol plastik bekas lho. Dan eng ing eng, kami tak membawa botol plastik sama sekali 🙈🙈. Sebelumnya juga kami ngga googling dulu. Langsung main cuss aja wkwkwk.

Sesampainya di terminal Purabaya, kami menanyakan soal tiket naik Suroboyo Bus. Dan benar gaes! Harus setor botol plastik bekas dulu, baru bisa naik. Ya sudah kami pun kembali ke rencana semula. Berenaanggg!

Ada dua jenis Suroboyo Bus, yaitu bus tingkat warna kuning dan bus merah. Bus tingkat yang beroperasi sementara ini hanya 2. Dan untuk bus merah ada 4. Masyarakat lebih antusias untuk naik bus tingkat. Ya karena tingkat, kan beda aja gitu ama bus biasanya. Orang Surabaya menyebutnya bus tumpuk 😂😂. Pernah liat acara jtv? Kalo belum, coba deh, kamu bakalan kepingkel-pingkel dengan bahasa jawa timuran.

Kalo anak kecil biasanya menyebutnya Bus Tayo. Padahal warnanya kan kuning sama merah. Harusnya namanya Lani sama Gani. Bukan Tayo ya? Ah sudahlah. Kersane lare mawon lah.

Dengan bantuan salah seorang kawan, akhirnya botol plastik bekas pun terkumpul. Tiga puluh botol plastik ukuran sedang dan enam botol ukuran besar. Alhamdulillah. Terima kasih budhe Yun 😘

Sabtu, 23 Desember, lagi dan lagi memesan taksi online menuju terminal Purabaya. Si ayah pun ke loket penukaran botol plastik bekas. Untuk satu kartu hanya untuk satu KTP, maksimal tiket yang didapat 21 tiket. Dari hasil penukaran botol bekas, kami mendapat 8 tiket. Yeeaayy

Karena lagi musim libur sekolah, banyak yang berminat naik bus tingkat, maka diberlakukan pendaftaran. Menuliskan nama dan nomor antrian. Kemudian saat bus datang petugas akan memanggil nama pemilik KTP dan rombongannya. Dan tahukah kamu, kami dapat antrian nomor berapa?

360 😱

Hari semakin siang mendekati waktu dhuhur. Tapi antrian masih panjang dan berjubel. Kami berjalan ke arah dalam terminal, ternyata antrian bus merah pun sama panjangnya.

Kami pun menyerah.

Putar haluan, kembali pesan taksi online. Niat hati mau makan siang di all you can eat tapi tak jadi karena penuh. Makan di mall pun jadi pilihan selanjutnya. Waktu berjam-jam kami habiskan di perjalanan. Macet sodara-sodara!

Baca juga https://aizakamila.wordpress.com/2018/12/26/8-ide-bermain-ini-bisa-jadi-pilihan-mengisi-liburan-sekolah/

Sepekan kemudian

Jum’at sore, kami sudah mewacanakan ke anak-anak kalo besok akan naik bus tingkat.

“Masih mau naik bus tingkat?”

“Ya masih lah.” Seru mereka.

“Oke, besok bangun pagi. Shalat Subuh, mandi, makan trus naik bus tingkat. Mau?”

“Maauuu!”

Pagi-pagi sekali aku kedupyukan. Membangunkan anak-anak lanjut menyiapkan bekal buat sarapan. Jam 5.30 kami cuss ke terminal Purabaya. Kali ini kami memutuskan untuk naik motor aja. Lebih cepat daripada naik taksi online.

Mendot euy 🤭

Alhamdulillah. Bisa dapat tempat duduk paling depan. Dan kalo masih pagi masih sepi penumpang lho. Ga perlu uyel-uyelan kayak biasanya.

Rute Bus Tumpuk (Suroboyo Bus Kuning)

Terminal Purabaya – Dukuh Menanggal – Taman Pelangi – Polda Jatim – Ketintang Royal – Joyoboyo – Darmo – Basuki Rahmat – Kaliasin TP – Embong Malang – Blauran – Pringadi Bubutan – Kramat Gantung- Alun-alun Contong – Siola – Tunjungan – Grahadi – Panglima Sudirman – Urip Sumoharjo – Santa Maria – Taman Bungkul – RSAL – Margorejo – UINSA – Siwalankerto – Terimal Purabaya.

Untuk hari Minggu, Suroboyo Bus mulai beroperasi setelah Car Free Day selesai.

Karena belum merasakan naik bus merah, anak-anak tetep nagih naik bus merah. Jadilah pada 1 Januari 2019 kami kembali ke Terminal Purabaya. Teteup naik motor tentunya 😁😁

Rute Suroboyo Bus merah

Rajawali-Purabaya:

Halte Rajawali – Halte Jembatan Merah – Halte Veteran – Halte Tugu Pahlawan – Halte Alun Alun Contong – Halte Siola – Halte Tunjungan – Halte Simpang Dukuh – Halte Gubernur Suryo – Halte Panglima Sudirman – Halte Sono Kembang – Halte Urip Sumoharjo – Halte Pandigiling – Halte Mojopahit – Halte Raya Darmo – Halte Marmoyo – Halte Joyoboyo – Halte RSAL – Halte Margorejo – Halte UINSA – Halte Siwalankerto – Halte Kerto Menanggal – Terminal Purabaya

Rute Purabaya – Rajawali:

Halte Purabaya – Halte Dukuh Menanggal – Halte Siwalankerto – Halte Taman Pelangi – Halte RS Bhayangkara – Halte UBHARA – Halte PUSVETMA – Halte Wonokromo – Halte Joyoboyo – Halte Museum BI – Halte Rumah Sakit Darmo – Halte Pandegiling – Halte Basuki Rahmat – Halte Kaliasin – Halte Embong Malang – Halte Blauran – Halte Pringadi – Halte Pasar Turi – Halte Masjid Kemayoran – Halte Indrapura – Halte Rajawali.

Sebelum memasuki halte berikutnya akan ada pemberitahuan operator bahwasanya akan berhenti di halte yang disebutkan

Jadi ngga perlu khawatir kebablasan. Terkecuali kalo ketiduran ya 😂😂

Ohya, seperti halnya bus pada umumnya, di suroboyo bus pun ada kondektur yang memeriksa tiket. Stiker pada kartu akan dilubangi dan penumpang akan mendapatkan struk tiket dari kondektur.

Struknya jangan sampai hilang ya karena masih bisa dipake selama waktu yang tertera. Jadi misal berangkat dari terminal Purabaya jam 06.53 dan turun di halte Joyoboyo. Maka struk tiket itu bisa digunakan maksimal jam 08.53. Melebihi jam yang tertera akan dikenakan tiket yang baru.

Dari momen naik Suroboyo Bus Kuning dan Merah ini, ada 4 poin yang bisa kami dapatkan, antara lain:

  1. Carilah informasi yang akurat sebelum melakukan suatu hal. Contohnya kami kecelek sewaktu pertama kali ke terminal Purabaya. Tanpa babibu, langsung cuss aja. Padahal pembayaran tiket dengan setor botol plastik bekas bukan dengan uang seperti biasanya.
  2. Pilihlah waktu pagi agar tak terlalu antri.
  3. Usahakan makan sebelum naik bus karena di dalam bus dilarang makan dan minum. Bawalah bekal untuk dimakan setelah naik bus. Setidaknya minum air putih dan snack.
  4. Dan yang paling penting adalah komunikasi dan negosiasi dengan duo boys. Seperti biasa duo boys ini sering banget rebutan berbagai macam hal. Bahkan saat naik motor pun berebut posisi di depan. Maka dari itu, kami negosiasi dulu sebelum berangkat.
  • Siapa yang mau di depan duluan?
  • Trus setelah naik bus mau ke mana?
  • Main ke mana?
  • Mau main berapa kali?

Karena waktu itu anak-anak minta mainan di Taman Bungkul selanjutnya main mobil balap di Royal Plaza.

Duo boys anteng pisan main pasir putih di Taman Bungkul

When you have three boys 🤭

Hidup ini akan terasa indah jika kita mampu mengambil hikmah dari semua yang kita alami.

Surabaya, 3 Januari 2019

Bunda Aiza Kamila

8 Ide Bermain ini Bisa Jadi Pilihan Mengisi Liburan Sekolah

Siapapun akan sangat bergembira menyambut liburan. Merehatkan badan dan pikiran. Tapi, saat anak sekolah libur cukup lama di akhir tahun, bisa jadi para ayah atau bunda yang bekerja tak bisa berlama-lama libur ya. Hal itu dikarenakan kesibukan di akhir tahun yang lebih dari biasanya. Serentetan lembur kejar deadline mau tak mau harus dijalani. Bahkan untuk bisa mengambil jatah cuti saja terpaksa tak diizinkan pihak atasan.

Maka dari itu, bisa jadi liburan akhir semester ganjil di akhir tahun ini harus dijalani di rumah saja. Tapi bagaimana mungkin? Anak-anak pasti bosan kan?

Nah, berikut ini ada 8 ide bermain yang bisa jadi pilihan ayah bunda untuk mengisi liburan. Walau tak jalan-jalan liburan tetap berkesan!

1. Bermain Air

(Foto pinterest.com/Eef R)

Rasanya hampir semua anak suka bermain air ya. Biasanya saat anak disuruh mandi anak akan ogah-ogahan. Tapi saat ayah bunda bilang,

“Waktunya main air!”

Dijamin deh bakalan betah berlama-lama main air.

Nah agar bermain air ini tak sekedar main air, maka ayah bunda bisa menyiasati dengan merancang sebuah permainan.

  • Memindahkan air dari wadah besar ke wadah kecil sebagai cara mengenalkan konsep banyak sedikit.
  • Mengalirkan air dari atas ke bawah untuk mengenalkan konsep air mengalir dari tempat dengan tekanan yang tinggi ke tempat dengan tekanan rendah.
  • Meletakkan 3 jenis benda di dalam air untuk mengenalkan konsep benda mengapung, melayang, dan tenggelam.

2. Bermain cat

(Foto pinterest.com/artbar)

Sebelum memulai bermain cat ayah bunda bisa membuat kesepakatan dengan anak-anak. Misal, boleh mengecat di media yang disediakan aja, tidak boleh di tembok atau tempat lain. Lalu siapkan koran sebagai alas agar cat yang menciprat tak terlalu mengotori lantai. Dan, it’s the time! Saatnya berekspresi dan berimajinasi kids!

3. Bermain bricks / lego

(Foto unsplash.com/kelly sikkema)

Bagi anak yang usianya di atas 6 tahun, bermain bricks menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Ada berbagai macam tema merancang bricks.

Dan bagi anak di bawah usia 6 tahun bisa menggunakan bricks dengan ukuran medium atau yang besar. Tapi perlu didampingi dan diawasi ya ayah bunda. Karena usia di bawah 6 tahun masih tahap belajar merancang dan memasang bricks. Terkadang ada anak yang masih mengalami kesulitan.

4. Membuat kreasi dari stik es krim

(Foto pinterest.com)

Ada banyak kreasi yang bisa diciptakan dengan memanfaatkan stik es krim. Mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Ayah bunda bisa menyesuaikannya dengan usia putra-putrinya.

Baca juga https://aizakamila.wordpress.com/2018/12/20/6-wisata-di-purwokerto-ini-cocok-buat-liburan-bersama-keluarga/

5. Membuat kreasi dari kardus bekas

(Foto pinterest.com/deti-i-mama.ru)

Bagi ayah bunda yang memiliki anak laki-laki kreasi kardus bekas ini bisa jadi favorit lho. Anak-anak bisa membuat pesawat-pesawatan, mobil-mobilan, kereta-keretaan, dan juga bisa membuat parking car. Setelahnya anak-anak bisa bermain peran. Ada yang berperan jadi pak polisi, petugas pemadam kebakaran, dan lain sebagainya.

6. Membuat busy book dari kain flanel

(Foto pinterest.com/etsy.com)

Busy book sangat cocok untuk usia balita. Yaitu sebuah buku aktivitas yang terbuat dari kain flanel. Di dalamnya bisa ayah bunda tentukan temanya. Bisa tema binatang, kendaraan, bentuk bangun datar dan lain-lain. Aktivitas si kecil dengan busy book ini bisa melatih motorik halusnya.

7. Membuat donat

(Foto pinterest.com/margaux betti)

Liburan akhir tahun ini bertepatan dengan musim hujan. Hujan-hujan dingin-dingin cocoknya ngemil ya? Nah membuat donat bareng si kecil bisa jadi aktivitas multifungsi lho. Bermain sambil belajar dan ada hasilnya yang bisa dinikmati semua anggota keluarga. Anak senang ayah bunda pun senang!

8. Membuat pizza

(Foto unsplash.com/fatima akram)

Selain membuat donat, ayah bunda bisa mengajak si kecil membuat pizza. Siapa sih yang ngga suka pizza? Membayangkannya saja sudah membuat air liur menetes ya? Hehe

Demikianlah 8 ide bermain bareng si kecil yang bisa ayah bunda pilih untuk mengisi liburan akhir tahun ini. Selamat liburan! Sampai jumpa lagi di tahun depan!

Artikel ini pernah dipublikasikan di idn times pada tanggal 15 Desember 2018

Ini link nya https://www.idntimes.com/life/family/siti-salbiyah/9-ide-bermain-ini-bisa-jadi-pilihan-mengisi-liburan-sekolah-c1c2

8 Makanan Khas yang Wajib Kamu Coba saat Berkunjung ke Purwokerto

Liburan waktunya jalan-jalan sama kulineran. Betul apa betul, guys?

Kalau aku sih yess.

Apalagi yang kesehariannya berjibaku dengan kemacetan kota besar. Rasanya merindukan suasana desa yang sejuk, yang udaranya masih segar dan bebas polusi. Nah, Purwokerto ini pas banget jadi tempat jalan-jalan sambil kulineran.

Saat kamu berkunjung ke suatu kota pastinya pengen nyicipi makanan khas nya kan? Dan bawa oleh-oleh sewaktu pulang.

Ada makanan khas apa aja sih di Purwokerto ini? Yuk kita intip satu persatu.

1. Tempe mendoan

(Foto instagram.com/meefangtee)

Tempe memang makanan yang hampir bisa kita jumpai di mana pun di Indonesia ini ya. Eits, tapi jangan salah! Tempe mendoan ini beda dari tempe pada umumnya lho.

Bentuk tempe ini tipis, sekitar 2-3 mm aja. Biasanya tempe ini dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya persegi panjang.

Kemudian tempe ini dicelupkan ke dalam adonan tepung yang terdiri dari tepung beras dan tepung terigu. Bumbu yang biasa dipakai yaitu bawang putih, ketumbar, dan garam. Selain itu, pada adonannya ditambahkan daun bawang yang diiris tipis.

Mendoan berasal dari kata bahasa lokal ‘mendo’ yang artinya setengah matang. Jadi tempe mendoan ini dimasak setengah matang, tidak sampai kering.

Cara makannya sambil nyeplus cabe rawit hijau atu cocol ke sambel kecap. Mmm maknyuss!

2. Sroto Sokaraja

(Foto mobile.twitter.com/KebumenKeren)

Di Purwokerto dan sekitarnya, masyarakat biasa menyebut soto dengan sebutan sroto. Tapi soto ini sangat berbeda dengan soto-soto dari daerah lain, guys. Ada tambahan bumbu kacang yang diulek yang ditambahkan pada srotonya. Juga krupuk sroto yang diremas dan ditaburkan pada mangkok yang siap disajikan. Musim hujan begini cocok banget makan sroto ya, guys!

3. Gethuk Goreng

(Foto http://resephariini.com)

Salah satu oleh-oleh khas dari Purwokerto yaitu gethuk goreng. Gethuk, makanan olahan dari singkong ini dicampur dengan gula merah, bahkan sekarang sudah ada varian rasa lain seperti coklat dan durian.

Karena sudah digoreng jadi ketahanannya bisa lebih lama dibanding gethuk biasa. Akan tetapi kalau kamu pengen bawa oleh-oleh gethuk yang belum digoreng pun bisa lho. Banyak pusat oleh-oleh yang menyediakan gethuk yang belum digoreng.

4. Tahu Kupat

(Foto http://www.flickr.com/dito)

Tahu kupat biasanya terdiri dari tahu yang digoreng, kupat atau ketupat, tauge pendek yang direbus, kubis lalu disiram kuah yang dibumbui cabai, bawang putih, garam, gula merah, dan kacang tanah yang dihaluskan. Tak lupa pula kerupuknya. Wah, jadi laper nih.

Baca juga https://aizakamila.wordpress.com/2018/12/20/6-wisata-di-purwokerto-ini-cocok-buat-liburan-bersama-keluarga/

5. Tahu Brontak

(Foto http://www.bukumasakan.com)

Waow tahu kok bisa berontak yak. Tahu brontak ini sebutan lain dari tahu isi. Tahu yang didalamnya diberi isian wortel iris, kubis, dan tauge. Makan tahu brontak pake cabe rawit ijo mantep euy!

6. Kluban

(Foto instagram.com/aida_rp)

Jika dilihat sekilas nampaknya kluban ini sama dengan urap ya? Serupa tapi tak sama. Ada hal yang membedakan yaitu cara memasak bumbunya.

Biasanya orang masak bumbu urap dengan cara dikukus, maka lain bagi orang Purwokerto. Bumbu kluban yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang outih, kencur, terasi, gula dan garam, dimasak di dalam wajan atau panci dengan ditambahkan air. Jadi bukan dikukus ya, guys.

Dan satu lagi ke-khas-an dari kluban yaitu adanya bunga kecombrang. Bunga kecombrang memiliki aroma dan rasa asam yang khas. Pokoknya coba dulu ya, guys. Biar tahu gimana rasanya kluban bunga kecombrang.

7. Kraca / keong sawah

(Foto instagram.com/ketaketikcom)

Pada bulan Ramadhan ada kuliner khas Purwokerto yang banyak diburu masyarakat sebagai hidangan berbuka. Ya. Kraca atau keong sawah yang diolah dengan bumbu rempah dan biasanya pedas.

8. Lembutan

(Foto instagram.com/ariantomulyadi)

Lembutan adalah ikan air tawar yang berukuran sangat kecil atau bisa disebut baby fish. Biasanya lembutan ini diperoleh dari Sungai Serayu, Sungai Logawa atau sungai – sungai lainnya.

Lembutan dimasak dengan bumbu rempah sehingga rasanya sangat gurih dan enak. Lembutan bisa jadi sumber protein dan kalsium yang tinggi lho. Cocok sebagai lauk untuk seluruh keluarga.

Nah, itulah 8 makanan khas yang bisa kamu cicipi di kota Satria Purwokerto. Sudah menentukan mau makan yang mana dulu, guys?

Artikel ini pernah dipublikasikan di idntimes pada 15 Desember 2018.

Ini dia link nya https://www.idntimes.com/food/dining-guide/siti-salbiyah/8-makanan-khas-yang-wajib-kamu-coba-saat-berkunjung-ke-purwokerto-c1c2

6 Wisata di Purwokerto ini Cocok buat Liburan Bersama Keluarga

Mari sejenak bayangkan diri kita masing-masing. Bangun pagi memulai aktivitas dengan segala kerempongannya.

Mempersiapkan diri berangkat sekolah, kuliah, bekerja atau mengantarkan anak-anak ke sekolah. Hiruk pikuk pagi menghadapi kemacetan, setumpuk tugas dan pekerjaan, dikejar deadline dan segala permasalahan.

Sore atau malam hari pulang ke rumah dengan kepenatan badan dan pikiran. Aktivitas seperti itu tak hanya berlangsung sehari dua hari. Bisa jadi kamu alami sepanjang hari selama sepekan. Apa yang kamu rasakan? Lelah? Jenuh? Bosan? Pingin liburan?

Yap. Semua itu wajar adanya karena kamu bukanlah robot. Titik jenuh itu pasti pernah dialami setiap orang hanya waktunya saja yang berbeda. Kejenuhan itu tentu saja bisa menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kebosanan, semangat yang menurun, kinerja/prestasi yang menurun bahkan stress.

Tak ada salahnya kita merehatkan pikiran dan badan kita dengan liburan. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri lah. Liburan tipis-tipis ke daerah di Indonesia pun tak kalah seru. Dekat dan hemat!

Purwokerto, sebuah kota kecil di bagian barat Jawa Tengah mempunyai beberapa destinasi wisata yang patut kamu coba. Lokasinya yang berada di lereng gunung Slamet yang sejuk niscaya akan membuat fresh pikiran, sepulang dari liburan. Apalagi buat kamu yang hobi selfie dan petualangan. Cocok abiss.

Apa aja sih destinasi wisata yang ada di Purwokerto? Let’s check it out.

1. Baturaden Adventure Forest

(Foto dari http://www.bafadventure.com)

Baturaden Adventure Forest merupakan kerja sama operasi antara PT Maju Bangkit Wisata dengan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur.

Ada 3 program yang disediakan di Baturaden Adventure Forest, yaitu:

Outbond Training. Nah buat kamu-kamu yang udah bekerja, bisa usul ke instansi atau perusahaan tempat kamu bekerja supaya ngadain outbond atau family gathering ke Baturaden Adventure Forest nih. Jadi bisa seru-seruan bareng temen kerja dan keluarga deh.

River Adventure. Program ini bisa dipadukan dengan kegiatan Outbond Training. Ada water adventure, rapelling, canyon adventure, dan cold water theraphy. Semuanya petualangan yang berkaitan dengan sungai atau ngarai. Dijamin basah tapi seru!

Student Program. Baturaden Adventure Forest juga menyediakan fasilitas outbond bagi pelajar, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga mahasiswa. Untuk student program ini bisa untuk melatih dasar-dasar kepemimpinan, kerja sama tim dan juga pengetahuan.

2. Lokawisata Baturaden

(Foto dari http://www.purwokertoguidance.com)

Lokawisata baturaden terletak di sebelah selatan Gunung Slamet yang memiliki udara yang sejuk sehingga bisa me refresh pikiran dari kepenatan aktivitas kota.

Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, sepeda air, air mancur, seluncur air, curug/air terjun, dan pemandian air panas belerang.

3. Dreamland Waterpark Ajibarang

(Foto dari facebook.com/Dreamland spring water park Ajibarang)

Dreamland Waterpark ini berlokasi di desa Pancasan kecamatan Ajibarang, jaraknya sekitar 21 km dari kota Purwokerto. Pancasan ini merupakan desa dengan sumber mata air. Jadi air yang digunakan di Dreamland Waterpark adalah air mata air murni tanpa tambahan kaporit. Pastinya fresh dong!

Ada banyak fasilitas yang tersedia di Dreamland Waterpark selain kolam renang dan waterboom, antara lain taman reptil, rumah perahu, taman batu, kolam terapi ikan, dan kolam ombak.

Dan tahukah kamu? Setiap libur lebaran dan libur akhir tahun, jalan menuju dan dari Dreamland Waterpark pasti macet! Saking antusiasnya warga kepengen main di Dreamland Waterpark. Eits, jangan percaya kalau kamu belum coba ya!

4. Caping Park

(Foto dari instagram.com/capingpark)

Ada sebuah jembatan kaca dengan ukuran 2.5 × 17 m di kaki gunung Slamet yang disebut the edge bridge. Dari jembatan ini kamu bisa melihat landscape pemandangan kota Purwokerto dari atas. Hawa sejuk dan semburat jingga di pagi atau senja hari makin menawan hati. Bagai lukisan alam yang amat sayang jika tak diabadikan.

Ya. The edge bridge adalah salah satu icon dari wisata Caping Park. Wisata dengan konsep farming dan edutainment ini bisa jadi salah satu tujuan wisata buat kamu.

Caping Park juga dilengkapi dengan ball room dan gazebo dengan kapasitas besar. Jadi, cocok kan buat acara reuni, arisan, family gathering, dan wedding party.

Selain itu, ada juga exhibition area, outbond area, playground area, camping ground, dan selfie spot kekinian.

5. The Village

Langit biru

Awan putih

Terbentang indah

Lukisan yang kuasa

Ku melayang

Di udara

Terbang dengan balon udaraku

Oh sungguh senangnya lintasi bumi

Oh indahnya dunia

Coba tebak, yang di atas itu lirik lagu siapa? Yup betul. Lagu Balon Udara yang dipopulerkan oleh Sherina.

Dan sekarang menaiki balon udara bukan lagi sekedar lirik lagu. Kamu bisa mewujudkannya di The Village. Konsep dari the village ini adalah family park. Jadi cocok buat kamu refreshing bersama keluarga dan sahabat.

Di lokasi The Village terdapat beberapa wahana permainan yang mengkombinasi antara seni, tempat rekreasi dan edukasi. Ada zona mini zoo dan video mapping. Video mapping ialah sebuah teknik menggunakan pencahayaan dari proyeksi sehingga menciptakan ilusi optik memukau. Kebayang kan kerennya? 😍😍

6. Small World

(Foto dari instagram.com/ smallworld.tmd)

Bisa selfie dengan ikon wisata dunia bisa kamu dapatkan di Small World. Bahkan dengan pakaian khas negaranya. Misalkan kimono dan yukata dari Jepang dan baju khas Belanda. Jadi tak perlu jauh-jauh keluar negeri kan?

Di Small World ini bisa jadi tempat foto pre wedding, post wedding, foto keluarga, dan foto buat buku kenangan sekolah lho. Seru kan?

Demikianlah 6 destinasi wisata di Purwokerto yang bisa kamu coba. Semoga setelah liburan pikiran dan badan makin fresh ya! Siap menyambut tantangan untuk masa depan gemilang.

Artikel ini pernah dipublikasikan di idntimes pada 11 Desember 2018

Ini link nya https://www.idntimes.com/travel/destination/siti-salbiyah/6-wisata-di-purwokerto-ini-cocok-buat-liburan-bersama-keluarga-c1c2

5 Langkah Siap Menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) Buat Ibu dan Anak

20181126_175739_0001.png

Bulan November sisa beberapa hari aja nih ya. Mari kencangkan ikat pinggang kemudian kendorkan saat sudah gajian 😂😂✌

Memasuki bulan Desember biasanya semua sibuk. Para bapak/ibu yang bekerja akan disibukkan dengan agenda akhir tahun. Serentetan lembur kejar target yang belum tercapai biar pendapatan tak disunat lagi. #eh

Bagi Ibu Rumah Tangga sang Pengacara, Pengangguran banyak acara, akhir tahun pun menjadi waktu yang lebih sibuk dari biasanya. Kalo urusan bebenah rumah, ngurus anak, ngurus suami memang pekerjaan yang tiada habisnya ya, Buk? Nah ada satu lagi pekerjaan tambahan di mana ini menambah level kebruwetan IRT dan mengancam kewarasan sang mamak. (Ih lebay 😂 )

Apakah itu?

Yap, anak mau ujian sekolah.

Ujian Akhir Semester (UAS), kalo di sekolah Ayyi biasa disebut Penilaian Akhir Semester (PAS).

Betul apa betul?

Kalo aku sih yess.

Bukan persoalan anak harus dapat nilai tinggi atau mengejar ranking lho, Buk. Lha wong di sekolah Ayyi mah kagak ada rangking-rangkingan. Ada memang reward bagi siswa yang berprestasi. Tapi kalau aku sih bukan itu poin utamanya.

Mencoba memahamkan bahwasanya yang namanya hidup, mau naik kelas, naik level, itu pasti ada ujiannya. Dari ujian itu ustadzah bisa tahu sejauh mana pemahaman anak tentang suatu materi pelajaran. Dan siap gak siap kita musti siap. Kalopun belum siap ya harus mempersiapkan. Ye kan?

Nah, biar bisa lulus ujian berarti kan musti ada persiapan to? Ada lima langkah persiapan yang bisa kita lakukan. Apa saja itu?

Pertama, Sounding ke anak jauh-jauh hari dan berulang-ulang kali.
Saya yakin buibuk sudah pada paham arti dari sounding ya. Tapi tak apalah bila diulas sedikit aja. Hehe
Sounding berasal dari kata sound yang artinya suara. Ada akhiran ing berarti bersuara, menyuarakan. Maksudnya di sini adalah kita menyuarakan pesan yang ingin kita sampaikan kepada anak secara berulang-ulang.

Bagi aku ini sangat berpengaruh ya, Buk. Apa pasal? Ayyi, anak laki-laki 8 tahun 9 bulan itu nyante nya Subhanallah. Jadi ya musti diingetin berkali-kali.

“Mas, tanggal 26 November ujian semester, lho. Belajar sehari minimal 20 menit lah, Mas. Ya ya?” (sambil kedip-kedip)

Bentuk sounding bisa bermacam-macam ya, Buk. Monggo disesuaikan dengan gaya masing-masing aja. Dan biasanya sounding yang ampuh itu saat anak menjelang tidur. Diajak ngobrol apa aja. Tentang aktivitasnya, teman sekolahnya, ustadzahnya, atau mungkin ide-ide brilian yang keluar dari kepalanya setelah ia menonton youtube 5 minutes crafts. (Ayyi banget ini 😊). Kita dengarkan segala ceritanya. Anak bisa mengeluarkan semua uneg-unegnya. Setelah selesai, kita ajak do’a mau bobok lalu sounding kan pesan kita. Bismillah…

Kedua, Buat Jadwal Bermain.
Eh nggak salah ini? Jadwal Bermain?
Iya buibuk. Hal ini sesuai anjuran ibu Safithrie Sutrisno, trainer dan praktisi parenting. Juga konselor masalah anak, remaja, dan keluarga.

Beliau mengatakan bahwa untuk anak usia SD yang sudah bisa bernegosiasi maka buatlah jadwal bermain.

Coba bayangkan ketika kita mengatakan dua hal ini.

“Mas, yuk kita bikin jadwal belajar, yuk!”
“Mas, Mas kan suka banget main ya? Gimana kalo kita bikin jadwal bermain?”

Kira-kira anak akan lebih antusias dengan kalimat yang mana?

Seratus buat buibuk. Anak akan lebih antusias dengan kalimat ke dua. Karena yang jadi fokusnya adalah kata ‘bermain’.

Khususon untuk Ayyi, dia itu tipe anak yang akan lebih senang melakukan sesuatu ketika sudah dikasih jatah bermain. Jadi biasanya dia bermain dulu baru belajar. Dan biasanya dibuat kesepakatan dulu di awal.

“Mas, mainnya sampe jarum panjang di angka 6 ya, setelah itu kita belajar.”

Jika mendekati waktu yang disepakati kok masih tetep asyik main, ya kita ingatkan.

“Lima menit lagi mainnya selesai ya.”

Ketiga, Mari Berdo’a Bersama.
Berdo’a sebelum belajar agar kita diberikan kemudahan dalam mempelajari suatu materi. Agar materi itu bisa dipahami baik-baik, dan kelak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga memberikan kemanfaatan untuk semuanya.

Selain berdo’a sebelum belajar, ajak juga anak kita berdo’a setelah shalat lima waktu. Mengulang-ulang do’a ibarat kita mengayuh pedal sepeda. Dilakukan berulang-ulang, perlahan-lahan hingga akhirnya sampai di tujuan. In syaa Allah.

Keempat, Dampingi Anak Belajar.
Kurikulum jaman sekarang beda banget kan ya dari jaman kita dulu. Pelajaran yang rasanya dulu kita pelajari di kelas 4, ternyata sekarang sudah dipelajari di kelas 2.

Nah maka dari itu kita sebagai orang tua musti mendampingi anak belajar. Dan inget buibuk, jangan sambil nyekrol nyekrol chat wa ataupun postingan instagram ya! Simpan dulu hape nya dan kalo perlu matikan dulu data selular atau pun wifi nya. Ya ya. Oke?

Ketika ada materi yang masih belum dikuasai anak maka kita bisa menjelaskannya kembali. Dan bila kita juga ada kesulitan, kita bisa konsultasikan ke ustadzahnya. 😊

Kelima, Bertawakal.
Setelah semua upaya dilakukan, kini saatnya kita pasrahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Allah Azza Wajalla.

Jikalaupun nantinya hasil yang kita terima tidak sesuai maka itu artinya kita diminta untuk terus berusaha lagi, lagi, dan lagi. Tiada hasil yang menghianati usaha.
Semangat!

20181126_193347.jpg

Demikian lima langkah persiapan menghadapi Penilaian Akhir Semester versi mamaknya Aiza Kamila. Bila ada yang mau mengoreksi dengan senang hati mamak terima. Bila mau menambahkan amat sangat diperbolehkan.

Semoga bermanfaat.

 
Surabaya, 26 November 2018
Sasa Aiza Kamila